by

Fraksi PDI-P Bagi Sembako

beritakotaambon.com – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Provinsi Maluku, melakukan aksi berbagi sembako di masa Pandemi COVID 19.

Pembagian ini merupakan kerja kongkrit dengan mengedepankan tindakan langsung ke lapangan dengan kerja kerakyatan berdasarkan rasa solidaritas dan semangat gotong royong sebagai sikap hidup dari PDI-P.

“Bagi PDI Perjuangan, menghadapi Covid-19 ini harus dijawab dengan tindakan kongkrit, dalam menghadapi situasi hidup dan kehidupan yang penuh dengan tekanan, akibat pandemi Covid-19,” tandas Ketua Frkasi PDI-P DPRD Maluku,” Benhur G Watubun, pada awak media, Sabtu(28/8).

Menurutnya, sikap gotong royong sebagai kader PDI-P harus terus di tumbuhkan. Sebab dengan kekuatan gotong royong bangsa Indonesia diakui dunia dengan ranking terbaik.

Hal inilah yang membangun optimisme bahwa Indonesia bisa mengatasi persoalan Covid, sehingga sikap partai juga harus mengapresiasi dengan gerakan seluruh aparatur negara, termasuk TNI, POLRI, Kejaksaan, BIN ormas dan OKP untuk turun ke bawah membantu rakyat.

Dikatakan, gerakan memberi sembako, juga sebagai tindak lanjut dukungan untuk gerakan Vaksinasi yang dibuat oleh DPD PDI-P beberapa waktu lalu, sebagai wujud dari seluruh rangkaian kerja kerja gotong royong untuk rakyat.

“Kami mengajak kita semua untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi Covid, dengan melaksanakan vaksinasi, menjadi protokol kesehatan dan mendukung semua kebijakan untuk mengatasi Pandemi ini.

Semoga Maluku terus menerus turun level hingga memudahkan masyakat melakukan aktifitas ekonomi, terutama, para buruh, pekerja, pedagang, nelayan dan juga kegiatan belajar bagi siswa dan lainnya,”anaknya.

Seperti yang dijelaskan, pembagian sembako berupa 400 paket, terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng dan 1 kg kacang hijau.

Pemberian dilakukan dengan cara, mendatangi langsung penerima paket ditingkat pengurus PAC PDI-P seKota Ambon, kader dan masyarakat kecil yang masih membutuhkan bantuan uluran tangan ditengah pandemi Covid-19. (RHM)

Comment