by

Gaji PNS Ambon Sesuai Skema Pusat

Ambon, BKA- Pemerintah Pusat (Pempus) saat ini tengah merumuskan skema perubahan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Indonesia. Namun belum dapat dipastikan apakah aturan tersebut akan diterbitkan dalam waktu dekat.

Untuk diketahui, rencana perubahan skema gaji PNS itu merujuk pada amanat Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang PNS, khususnya pasal 79 dan 80. Dimana nantinya, gaji PNS berdasarkan tingkat beban kerja, tanggung jawab, dan risiko pekerjaan.

Selain itu, akan disesuaikan dengan pangkat, golongan ruang, dan masa kerja, menjadi sistem berbasis pada harga jabatan didasarkan pada nilai jabatan. Sedangkan nilai jabatan diperoleh dari hasil evaluasi jabatan yang menghasilkan kelas jabatan atau tingkatan jabatan (pangkat).

Menanggapi hal itu, Sekertaris Kota (Sekkot) Ambon, A. G. Latuheru mengaku, Pemerintah Kota Ambon akan menyesuaikan apa yang nantinya diputuskan Pempus. Sebab, semua kewenangan ada pada Pempus, dan pemerintah daerah hanya menyesuaikan.

“Kalau itu sudah menjadi keputusan Pemerintah Pusat, ya kita dibawah hanya bisa menyesuaikan. Kalau sudah ada aturan, kita dibawah wajib menyesuaikan,” tegas Latuheru, kepada koran ini, Selasa (15/12).

Menurut dia, pihaknya belum menerima informasi soal rencana skema perubahan gaji PNS. Bahkan dirinya sendiri mengakui, belum membaca berita terkait hal tersebut. “Rancangan itu saya belum baca. Tapi kalau sudah baca, pasti kita sudah tahu, kira-kira aturannya itu mengatur tentang apa. Apakan gaji itu meningkat atau turun, saya belum tahu,” sebutnya.

Dikatakan, apabila telah mengetahui rancangan aturan terkait perubahan skema gaji PNS atau jika aturan itu merujuk ke kenaikan gaji, maka pasti para ASN merasa senang.

“Yang jelas, kalau tanya ASN, penghasilan naik pasti orang senanglah. ASN siapa atau pekerja siapa ditempat pekerjaan manapun kalau penghasilan naik, pasti mereka senang lah,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika susunan skema perubahan gaji PNS tersebut diterbitkan dan mengarah ke penurunan gaji, maka dipastikan banyak yang keberatan. “Kalau penghasilan turun, pasti orang kebaratan,” tutupnya. (BKA-1)

Comment