by

Garansi Motor Yamaha Kecewakan Konsumen

Ambon, BKA- Pemberlakuan garansi bagi setiap pembelian kenderaan bermotor merek Yamaha dengan berbagai jenis tipe, ternyata sangat mengecewakan konsumen. Pasalnya, pihak dealer Yamaha dalam hal ini, PT Hasjrat Abadi hanya memberikan garansi yang bersifat biaya service bukan suku cadang.
Hal tersebut, karena pihak PT Hasjrat Abadi mengaku tidak mau rugi dalam penyediaan suku cadang, yang konon kabarnya memang sudah disediakan pihak perusahan Yamaha dalam bentuk garansi selama waktu yang ditentukan.

Anehnya, entah kebijakan apa yang diambil pihak PT Hasjrat Abadi Cabang Ambon, yang hanya memberikan garansi pengisian oli mesin dan gardan merek Yamaha, sesuai dengan jenis motor dan service meter. Dengan ketentuan angka speedometer dibawah 10 ribu kilo moter dan jika lewat tetap dikenakan biaya service, meskipun umur motornya kurang lebih dua bulan dikeluarkan dari pihak dealer.

Salah satu konsumen, warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Maluku Tengah (Malteng), J Ohorella, yang mengeluh soal pelayanan dari PT Hasjrat Abadi lewat garansi motor Yamaha. Dimana usia kendaraan motor jenis Yamaha Fino yang baru dimiliki selama 6 bulan pemakaian, sudah merasa tidak nyaman dari bunyi motornya pada bagian mesin.
Karena merasa memiliki garansi motor yang belum pernah digunakan, dirinya kemudian mendatangi pihak dealer Yamaha untuk memperbaiki suara mesin motornya. Anehnya, pihak dealer justru tidak bisa memberikan garansi jaminan untuk setiap produk yang terjual. Sekalipun terjadi gangguan mesin pada motor dan mengharuskan penggantian sparepart atau onderdil yang baru.

Menurutnya, pihak dealer terkesan melepas tanggung jawab dan memberlakukan pergantian onderdil kepada konsumen untuk membelinya. Termasuk biaya servicenya di PT Hasjrat Abadi sebagai distributor dari motor itu sendiri, meskipun kondisi motornya masih dalam kondisi status bergaransi.
“Ni motornya masih usia enam bulan dari ketentuan garansinya selama 10 bulan. Tapi kok pihak dealer bilang tidak masuk dalam gransi lagi, dengan alasan angka speedometer sudah diatas 10 ribu KM. Artinya garansinya hanya tipu-tipu pembeli saja,” kesalnya, kepada koran ini, Minggu (25/4).

Bukan hanya itu, sambung dia, jatah pergantian oli yang menjadi hak konsumen selama tiga kali pergantian, juga tidak bisa diterima dengan alasan sudah melewati batas waktu, meskipun selama ini jatah oli tersebut tidak pernah diganti.
Ia menambahkan, hal ini bahkan telah dikoordinasikan dengan pimpinan penjualan pada PT Hasjrat Abadi. Namun dirinya disuruh mangajukan komplain langsung kebagian distributor sebagai penanggung jawab atas kondisi motornya. Sehingga terkesan pihak Hasjrat Abadi ingin cuci tangan alias tidak mau bertanggung jawab atas produk yang telah dikeluarkan.
“Kalau tau sebelumnya, garansinya hanya gransi tipu-tipu, Saya tidak ambil motor Yamaha. Mendingan ambil Honda dengan jaminan suku cadangnya, kalau masih dalam masa garansi,” pungkasnya. (RHM)

Comment