by

Garuda Indonesia Nego Tunda Pesanan Pesawat Boeing dan Airbus

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah melakukan negosiasi dengan sejumlah produsen pesawat, yakni Boeing dan Airbus. Negosiasi bisa dalam bentuk penundaan maupun pergantian dengan tipe lain dari pabrikan yang sama.
“Kami ada pesawat yang di masa lalu untuk kami beli. Kami nego untuk tmenunda penerimaan dan kemungkinan diganti dengan tipe lain,” ujar Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/12).
Saat dikonfirmasi total unit pesawat dalam proses nego, Irfan hanya bisa memastikan jumlah pesawat Boeing yang dipesan, yakni 49 armada untuk jenis Boeing 737 Max. Hal ini juga berkaitan dengan belum turunnya izin dari otoritas Indonesia untuk kembali menerbangkan pesawat Boeing 737 Max.
Pesawat Boeing 737 Max sebenarnya telah mendapatkan izin mengudara dari Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) pada Rabu (18/11) lalu. Sebelumnya, pesawat itu dikandangkan (grounded) sejak Maret 2019 menyusul dua kecelakaan fatal yang menewaskan 346 orang. Salah satunya, kecelakaan maut yang dialami maskapai Lion Air JT610 pada Oktober 2018, serta Ethiopian Airlines 302 pada Maret 2019.
Secara umum, Irfan mengakui jika negosiasi tersebut berkaitan dengan kondisi perusahaan yang tertekan selama pandemi covid-19. Pada kuartal III 2020 lalu, perseroan mengalami kerugian sebesar US$1,07 miliar atau setara Rp15,21 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS). Angka tersebut berbanding terbalik dengan capaian periode sama tahun sebelumnya yang laba bersih US$122,42 juta.
Secara total pendapatan Garuda Indonesia mencapai US$1,13 miliar per September 2020 atau Rp16,98 triliun, turun dari US$3,54 miliar pada kuartal sama tahun sebelumnya.
“Iya (karena tekanan pandemi),” ujarnya singkat.
Sebelumnya, manajemen memastikan negosiasi komersial dengan pihak pemberi sewa atau lessor armada pesawat terus dilakukan. Perseroan mengatakan negosiasi itu bertujuan untuk mencapai kesepakatan di luar pengadilan dengan pihak lessor.
“Negosiasi tersebut dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan terbaik untuk lessor maupun perseroan terkait dengan perjanjian-perjanjian sewa pesawat dan penyelesaian atas kewajiban perseroan terhadap lessor khususnya di masa pandemi ini,” ujar manajemen Garuda Indonesia dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen menuturkan maskapai pelat merah itu memiliki perjanjian sewa pesawat dengan 31 lessor. Namun, perseroan enggak mengungkapkan nilai kontrak yang tengah dalam proses negosiasi, mengingat proses negosiasi masih berlangsung dengan masing-masing lessor.
“Selain itu, memperhatikan prinsip kerahasiaan yang tertuang dalam perjanjian, maka perseroan dalam hal ini berkewajiban menjaga kerahasiaan dari kesepakatan tersebut, termasuk mengenai nilai sewa perjanjian,” kata manajemen Garuda Indonesia.

(INT)

Comment