by

Golkar Hindari Kampanye Hitam di Pilkada

 

Ambon, BKA- Ketua DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Maluku, Ramly Umasugi, meminta kepada semua tim pemenangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar agar menghindari kampanye hitam (black campaign), serta tidak melakukan provokasi negatif.

Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, kata Umasugi, ada pihak-pihak tertentu yang diduga akan segaja mengadu domba pihak lawan dengan cara-cara yang negatif.

Untuk itu, dia berharap, seluruh tim pemenangan yang bergabung dengan partai pohon beringin itu lebih mengedepan etika dan kesantunan berpolitik. Hindari black campaign.

“Kita harus merangkul dengan cara-cara yang baik dan bijak. Ciptakanlah suasana politik yang damai di daerah ini,” kata Umasugi, via handphone, Senin (28/9).

Secara struktural, lanjut Umasugi, Golkar tetap terus melakukan koordinasi yang intens dengan tim pendukung calon kandidat, dan partai-partai pendukung, guna memperkuat setiap gerakan politik di empat kabupaten pelaksana Pilkada serentak di Maluku.

Selain itu, dia juga mengingatkan semua calon bupati dan wakil bupati maupun tim pemenangan agar selalu mengedepankan protokol kesehatan. Sebab Golkar akan menjadi partai terdepan dalam penerapan protokol kesehatan, dalam upaya penanggulangan Covid-19.

“Kita perlu adanya persiapan yang baik, agar Pilkada di Maluku 2020 tidak menciptakan lonjakan kasus Covid-19 baru,” ujarnya.

Untuk itu, kata Umasugi, penting bagi kader partai untuk bekerja keras, karena ini adalah bagian dari langkah awal untuk memenangkan pemilu di 2024 mendatang, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

Karena itu, lanjutnya, pada pelaksanaan Pilkada kali ini, Golkar akan membentuk satgas penegakan disiplin kader sebagaimana instruksi dari ketua umum.

“Dengan adanya satgas ini, maka tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh calon-calon dari partai Golkar maupun kader-kadet Golkar dalam mengorganisasi kampanye, pertemuan, dan rapat-rapat yang bertentangan dengan anjuran protokol Covid-19,” pungkasnya. (RHM)

Comment