by

Golkar Melemah di Bursel

Ambon, BKA- Pertahanan Partai Golkar di Pilkada Kabupaten Buru Selatan (Bursel), perlahan mulai melemah.

Bahkan di Kecamatan Waesama, beberapa kader Partai Beringin itu telah menyatakan sikap untuk mengalihkan dukungan dari rekomendasi DPP, Hadji Ali-Zainudin Booy, ke pasangan calon Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliezer Selsily.

Sahidin Masuku yang merupakan kader Partai Golkar di Kecamatan Waisama, mengaku, sudah siap untuk menerima konsekuensi yang akan dijatuhkan partai kepadanya.

“Sekali lagi, saya sampaikan. Saya saja bisa banting setir dari Ajaib, padahal saya ini orang Golkar. Kalau tim tidak saling percaya, buat apa saya harus bertahan,” katanya, Sabtu (31/10).

Sikap balik arah itu dia tempuh bersama tim lainnya, sebab pasangan Hadji Ali-Zainudin Booy (Ajaib) secara statistik tidak dapat mengalahkan pasangan Safitri Malik Soulisa dan Gerson Eliezer Selsily (SMS-GES) di Pilkada Bursel.

“Dengan dukungan 10 partai koalisi, kecepatan dan kemampuan kerja tim SMS-GES sunggguh luar biasa di lapangan,” ungkap Masuku, Sabtu (31/10).

Selain itu, tim SMS-GES cukup santun ditengah masyarakat, terutama saat melakukan konsolidasi maupun kampanye. Tidak ada berita hoaks yang disebarkan kepada konstituen.

Hal ini tentu beda dengan cara politik yang dimainkan pasangan Ajaib, yang memiliki sejumlah isu untuk menjatuhkan elektabilitas dan popularitas pasangan SMS-GES.

Misalnya, soal isu Buton Bersatu, Isu Sarah dan Feri Tanjung Kabat yang selama di kelola oleh Zainuddin Booy. “Semua isu itu tidak akan mampu menjatuhkan SMS-GES,” katanya.

Saat ini, lanjutnya, berhembus kabar kalau mantan Sekda Bursel, Syahruel Pawa, akan ikut bergabung dengan pasangan Ajaib untuk menghadang langkah SMS-GES.

“Biar pak Uli Pawa gabung jurus dengan Ajaib, tetap tidak bisa lawan SMS-GES. Mmangnya dia siapa? SMS-GES punya tim-tim yang bersatu, kompak dan loyal atas perintah partai, sehingga memiliki kecepatan dan kemampuan dalam berkomunikasi dengan masyarakat disemua desa,” terangnya.

Menurutnya, memang sebelumnya mantan Sekda Bursel itu memiliki pendukung saat dirinya ingin mencalonkan diri sebagai Bupati Bursel. Tapi karena tidak terakomodir sebagai calon bupati, maka sebagian besar pengikutnya telah menentukan pilihan politik sendiri. Ada juga yang bergabung dengan SMS-GES.

Khusus di Kecamatan Waisama, katanya, kemenangan SMS-GES sudah bisa dipastikan. Sebab hampir 65 hingga 75 persen pemilih akan mendukung pasangan itu.

“Sekali lagi, saya ini orang Partai Golkar. Nama saya Sahidin Masuku, tinggal di Desa Hote Jaya, Kecamatan Waesama. Tapi saya telah menyatakan sikap untuk mendukung pasangan SMS-GES. Saya pastikan, tanggal 9 Desember, SMS-GES akan menang telak di Desa Hote,” Pungkas Masuku.(DAR/RHM)

Comment