by

Golkar Optimis Menang di Pilkada MBD

Ambon, BKA- Partai Golkar optimis, pasangan calon bupati dan wakil bupati, Nikolas Kilikily dan Desianus Orno, yang diusung pada Pilkada Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dapat memenangkan pertarungan 9 Desember mendatang.

Mereka yakin, keinginan Partai Gokar untuk mengusung calon kepala daerah untuk menantang petahana sebagai pilihan lain pada Pilkada MBD, dapat tersampaikan kepada masyarakat.

Optimisme itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Kabupaten MBD, Bastian Petrus, saat peringatan HUT Partai Golkar ke 56 di Aula Scorpion, Selasa (20/10).

Petrus mengatakan, peringatan HUT Partai Golkar saat ini menjadi momen penting di Kabupaten MBD, yang saat ini tengah melaksanakan pentahapan Pilkada.

Menurutnya, Partai Golkar yang berdiri sejak 1964 lalu, saat ini semakin tangguh dan kokoh bersama masyarakat.

Karena itu, penambahan satu tahun usia menjadi kekuatan bagi Golkar MBD untuk berjuang memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati MBD tahun 2020.

Memang aku Petrus, perjuangan Partai Golkar untuk dapat mengusung calon Bupati dan Wakil Bupati MBD, tidak mudah. Butuh perjuangan panjang dan keyakin yang kuat untuk itu.

“Kabupaten MBD memiliki tujuh partai yang mempunyai kursi di badan legislasi, dan lima partai telah diborong oleh salah satu bakal calon pada saat itu. Maka Partai Golkar bertekad untuk berdiri dan berjuang menghadirkan pilihan lain bagi masyarakat. Dan atas ijin Tuhan, partai Gerindra yang pada saat itu merekomendasikan pasangan calon lain, akhirnya memutuskan bergabung untuk bersama-sama berjuang dengan mengusung pasangan Nikolas Kilikily dan Desianus Orno,” ucapnya.

Tekad untuk tidak berkoalisi dengan lima partai lainnya dalam mengusung calon pemimpin daerah kabupaten MBD, menjadi pilihan Partai Golkar. Dengan tujuan, ingin menghadirkan demokrasi yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Jika seluruh partai hanya mendukung salah satu pihak, maka sama halnya dengan mengkebiri hak rakyat. Tidak memberikan ruang bagi mereka untuk menentukan calon kepala daerahnya sendiri.

Selain itu, selama lima tahun itu pula, setiap kebijakan yang diputuskan melalui badan legislatif, tentu akan berpihak pada pemerintah. Sehingga dapat dipastikan, fungsi kontrol DPRD yang sesungguhnya dapat terabaikan.

Karena itu, Partai Golkar mengusung pasangan lain, untuk memberikan kepastian demokrasi bagi rakyat. Memberikan kesempatan keada rakyat untuk menentukan pilihan calon pemimpinnya.

Partai Golkar juga menginginkan, adanya perimbangan dalam roda pemerintahan, antara pihak eksekutif dan legislatif. Sehingga setiap kebijakan dan maupun perencanaan pemerintah, bermuara pada kesejahteraan masyarakat yang seutuhnya.

“Jika semua partai tertuju pada satu pihak. Maka sudah pasti, apapun keputusan pemerintah, tidak dapat dirubah. Bahkan keputusan yang tidak berpihak pada rakyat sekalipun,” tegasnya.

Lanjutnya, Partai Golkar bersama Partai Gerindra dalam Pilkada MBD akan berusaha semaksimal mungkin, memenangkan pertarungan politik pada 9 Desember 2020 nanti. “Sehingga diharapkan, seluruh kader partai dapat bergandengan tangan untuk berjuang,” pungkasnya.(BKA-3)

Comment