by

GPI dan Bappeda Refleksi Pembangunan di SBT

Ambon, BKA- Peringati HUT ke 18, Gerakan Pemuda Islam (GPI) Seram Bagian Timur (SBT) gelar dialog dialog publik dengan mengundang Badan Perancangan Pembangunan Daerah (Bappeda) SBT untuk refleksi pembangunan di daerah bertajuk Ita Wotu Nusa itu, di Caffe Sigafua, Kota Bula, SBT, Kamis (21/01).

Refleksi Terhadap 18 tahun Pembangunan di SBT, jadi tema yang diusung GPI SBT pada dialog tersebut. Sekaligus, mengevaluasi kinerja Pemerintah Kabupaten SBT selama ini. Hadir sebagai narasumber, Kepala Badan Perancangan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten SBT, Anzar Rumarey Wattimena dan Kejari SBT, Muhammad Ilham.

Kepala Bappeda SBT, Anzar Rumarey Wattimena mengatakan, sejalan dengan tema, maka bumi bertajuk Ita Wotu Nusa ini masih mempunyai banyak masalah dan kekurangan. Baik dari segi sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA).

“Masalah atau kendala terbesar di SBT adalah SDM dan SDA. Kita punya potensi alam yang cukup. Tapi SDM kita tidak mampu mengelola dengan baik,” ucap Wattimena.
Manurut dia, jika SDM dan SDA mampu dijalankan dengan baik, maka Kabupaten SBT akan jauh lebih maju dari yang ada. Sehingga bagi anak muda dan mahasiswa yang sudah kuliah, harus fokus dengan bidangnya.

“Saya harapkan pada peserta kegiatan. Terutama mahasiswa dan pemuda. Harus fokus dengan bidang atau ilmu yang ditempuh. Agar itu bisa dapat membantu SDM kita di SBT, dan dapat mengelola SDA ini kedepan lebih baik baik,” katanya.

Kepala Kejari SBT, Muhammad Ilham menambahkan, untuk membangun satu daerah yang maju atau berkembang, harus melalui kerjasama yang baik untuk. “Kita butuh kerjasama dengan baik. Kalau di daerah namanya ada satu kelompok Forkompinda. Disitu juga ada Kejari,” tegasnya.

Demi pembangunan daerah kedepannya, sebutnya, diharapkan adanya masukan dan kerjasama baik dari semua elemen. “Baik dari mahasiswa, pemuda dan masyarakat umum,” pungkasnya.

Diketahui, kegiatan dialog publik itu turut dihadiri perwakilan dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Liga Mahasiswa Nasional Indonesia, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dan organisasi lainnya. (SOF).

Comment