by

GPM Tutup Gereja di Ambon, Aru dan Malteng

Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) untuk sementara menutup gerejanya yang ada di Kota Ambon, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah (Malteng).

Penutupan sementara gereja itu dilakukan berdasarkan SK Ketua Sinode GPM Nomor 3/Skep/SND/D.14/3/2021, tentang petunjuk teknik pemulihan pelayanan Gereja Protestan Maluku (GPM) dan masa penanganan pandemi Covid-19.

Sekertaris Sinode GPM, Pendeta S.I. Sapulette, mengungkapkan, berdasarkan SK tersebut, untuk sementara diputuskan untuk peniadaan ibadah di gereja-gereja yang berada di wilayah zona merah dan orange, seperti, di Kota Ambon, Kepulauan Aru dan Malteng.

“Jadi untuk wilayah dengan zona merah dan orange, tidak lagi melakukan ibadah di gereja. Semua dialihkan ke rumah masing-masing. Untuk zona kuning dan hijau, masih bisa di gereja, tapi dengan prokes yang sangat ketat,” terang Sapulette, di ruang kerjanya, Kamis (1/7).

Untuk pelayanan kebaktian Minggu dan Perjamuan Kudus 4 Juli 2021, dilakukan di rumah setiap jemaat.

“Untuk menghindari segala bentuk penyebaran, maka kami mengambil keputusan, kebaktian Minggu dan Perjamuan Kudus nanti, dilakukan di rumah masing-masing jemaat. Rasanya memang akan berbeda, tapi ini semua demi kesehatan bersama,” sambung Sapulette.

Keputusan itu, katanya, dibuat berdasarkan pertimbangan, meningkatnya angka positif Covid-19. Sehingga semua majelis gereja di tiap jenjang, baik itu jemaat dan klasis, diminta untuk melakukan penyesuaian dengan kondisi.

“Jadi semua ini disesuaikan dengan meningkat atau turunnya orang yang terpapar Covid-19. Jika di satu wilayah zonanya hijau, bararti kita masih bisa beribadah di gereja. Tapi itu juga harus tetap memakai masker dan handsanitizer,” pungkasnya.(MG-2)

Comment