by

Grab Indonesia Bantah Pungli di Gray Ambon

Ambon, BKA- Grab Indonesia membantah terjadinya pungutan liar bagi calon mitra pengemudi, yang ingin bergabung di ekosistem Grab. bantahan ini menyikapi pembritaan terkait “Management Grab Geray Ambon Dikeluhkan Pengemudi” pada 19 Februari lalu.

Berdasarkan rilis yang diterima Berita Kota Ambon, Selasa (23/2), Grab Indonesia menyatakan, tidak memungut biaya pendaftaran bagi calon mitra. Karena itu, jika ada calon mitra yang mengalami pungutan di Grab Geray Ambon, maka persoalan tersebut dapat dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Selain itu, Grab Indonesia juga menegaskan, jika persoalan pungutan liar ditindaklanjuti ke pihak yang berwajib, maka Grab Indonesia akan mendukung penuh seluruh proses yang berlangsung.

Sebelumnya diberitakan, pengemudi Grab keluhkan kinerja manajemen Grab Geray Ambon dalam pengelolaan biaya pendaftaran serta bonus tarikan penumpang yang terkesan tidak seimbang.

Salah satu driver Grab yang enggan namanya dikorankan, mengatakan, anggaran pendaftaran driver pada aplikasi Grab mengalami kenaikan yang signifikan, baik bagi driver roda empat maupun roda dua.

Dijelaskannya, untuk biaya pendaftaran driver sebelumnya dikenakan tarif Rp 500.000, kini dinaikan menjadi Rp 1.500.000. Berlaku sama bagi kedua jenis kendaraan.

Selain itu, dalam penerimaan bonus, terjadi penurunan. Sebelumnya, pada 13 kali trip pelayanan costumer, bonus yang diterima driver sebesar Rp 100.000. Kini menjadi Rp 1000 dalam satu kali trip pelayanan.

Dengan tarif pendaftaran yang cukup tinggi dan bonus yang cukup rendah, katanya, akan cukup berpengaruh terhadap pendapatan pengemudi. Apalagi wilayah kota Ambon terpilang tidak terlalu luas, ditambah jumlah penguna jasa layanan ojek online yang minim, membuat pendapatan mereka berkurang.

Karena kondisi itu, sumber mengatakan, manajemen Grab Geray Ambon perlu mengevaluasi batas penerimaan driver, karena akan berdampak pada omset yang kian menurun.

“Sistem yang diterapkan manajemen Grab Geray Ambon saat ini sungguh menyulitkan kami sebagai pengemudi Grab di Kota Ambon. Keseimbangan antara tarif pendaftaran dan bonus yang diterima serta jumlah pengendara, sangat tidak sesuai. Itu akan berdampak buruk bagi kami,” jelasnya.

Dirinya menduga, ketidakstabilan sistem Grab Geray Ambon dikarenakan adanya kerjasama pihak Grab dengan perusahaan deler mobil, untuk pengeluaran mobil baru. Sehingga terjadi spekulasi anggaran yang signifikan. (GEM)

Comment