by

Gubernur : Pendemo PPKM Tak Bermanfaat Bagi Maluku

AMBON-BKA, Sejumlah aksi unjuk rasa terkait penolakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kota Ambon beberapa waktu lalu, direspon Gubernur Maluku, Murad Ismail. Mantan Dankakor Brimob ini menyebutkan, para demonstran adalah orang-orang yang tidak bermanfaat bagi Maluku.

Baca:Komisi III Tuding Dokumen Pertanggungjawaban APBD Copas

“Begitu kita selidiki track recordnya, kita lihat orang-orang ini (pendemo) tidak ada manfaatnya untuk Maluku. Mereka itu, apa yang pernah mereka buat untuk Maluku? Tidak ada kontribusi apa-apa untuk Maluku. Cuma bisa bikin isu terus. Orang-orang ini nanti mereka dapat 3S, stres, stroke, dan stop (meninggal),” sebut Gubernur, dalam sambutannya saat memberikan bantuan sosial kepada masyarakat di kawasan Masjid Raya Al-Fatah, Ambon, Senin (26/7).

Dikatakan, ada beberapa oknum di Maluku yang senang melihat kesusahan orang lain, dan susah jika melihat orang senang. “Jadi tidak ada bagusnya untuk mereka. Tidak ada baiknya kita ini dimata mereka. Pokoknya cuma mereka saja yang paling bagus,” ujarnya.

Dirinya menghimbau, agar seluruh masyarakat tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang sengaja dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Saya minta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Kalau ada orang-orang yang mengajak untuk mari kita demo, itu mereka tidak sayang dengan keluarganya. Penanganan dari Covid-19 ini cuma ada tiga yaitu, iman, aman dan imun,” ucapnya.

Dirinya juga menegaskan, tidak peduli dengan berbagai isu dan perkataan yang sengaja dikembangkan oleh oknum-oknum tertentu.

“Saya tidak perduli dengan orang-orang itu, yang saya peduli hanya bagaimana kita membangun Maluku. Dan masyarakat Maluku harus sejajar dengan provinsi lain. Sebab, Covid ini tidak ada obatnya. Obatnya adalah imun kita. Kalau kita tidak bahagia, semua penyakit akan menyerang kita,” paparnya.

Ia juga menyinggung terkait dana pinjaman SMI senilai Rp 700 miliar. Yakni bingung dengan cara berpikir orang-orang yang melakukan demonstrasi terhadap dana tersebut.

“Kita baru muncul kan 700 miliar saja, masyarakat Maluku sudah demo kita. Di Jawa Barat sana, sampai 4 triliun, digabung dengan kabupaten kotanya semua 18 triliun. Alangkah naifnya dan tidak tahu cara berpikirnya seperti apa,” tukasnya.

“Kita buat Maluku ini bagus, bangun trotoar yang standarnya internasional. Dan itu semua baru dibikin dan belum di poles anti licin, tapi sudah bikin berita anak kecil berselancar di atasnya. Orang bikin bagus tidak diapresiasi,” tutupnya. (MG-2)

Comment