by

Gugatan Matarumah Hatala Ditolak PN Ambon

beritakotaambon.com – Gugatan yang dilayangkan Abdulah Hatala terhadap Kepala Dati Hatala, Ali Hatala selaku tergugat, resmi ditolak Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Senin (16/8). Dalam putusan itu, pihak pengadilan juga memberikan waktu selama 14 hari bagi penggugat untuk melakukan banding.

Namun jika tidak ada tindaklanjut atau banding yang dilakukan penggugat Abdullah Hatala, terkait Matarumah Hatala di Negeri Batu Merah itu, maka kasus ini dianggap inkracht. Sebab, penggugat tidak lagi diberikan kesempatan untuk mengajukan gugatan baru, melainkan harus melakukan banding dengan waktu 2 minggu.

Kuasa Hukum Ali Hatala selaku Kepala Dati Hatala, Rustam Herman mengaku, dalam perkara nomor 47/Pdt.G/2021/PN.Amb, antara Kepala Dati Matarumah Hatala dengan Abdullah Hatala selaku penggugat, dengan dalil satu-satunya keturunan atas jabatan Saniri, seluruhnya diputuskan ditolak oleh pengadilan. Sehingga perkara tersebut dimenangkan oleh Ali Hatala sebagai Kepala Dati Hatala.

Baca juga:Akibat Corona, Penghasilan Pedagang Menurun

“Sementara kita menunggu waktu 14 hari sesuai yang diputuskan pengadilan negeri. Jika tidak ada ada proses hukum dalam hal ini banding, maka proses putusan ini dinyatakan selesai. Dan kita sementara menunggu. Kita serahkan sepenuhnya ke penggugat, apakah mau lanjut banding atau tidak. Prinsipnya kita hanya menunggu 14 hari. Jika tidak ada maka inkracht dan selesai,” tandas Rustam, kepada wartawan, Senin (16/8).

Diakuinya, marga Hatala dari Matarumah Hatala merupakan turunan Pati Raja Hatala, dalam hal ini Kepala Dati, Ali Hatala. Sehingga asumsi yang masih beredar luas di publik terkait adanya dua Hatala tidak terbukti.

“Asumsi di luar bahwa Hatala ada dua, itu sebenarnya tidak ada. Dan terbikti, Hatala hanya satu keturunan dari satu Matarumah, tidak ada Hatala lain. Dan keturunannya sampai pada Ali Hatala sebagai kepala Dati. Jadi melalui putusan ini pengadilan ini, Hatala hanya satu di Batu Merah,” tegasnya.

Dijelaskan, gugatan ini sebelumnya pernah disampaikan, namun putusanya Niet Ontvankelijke Verklaard atau disebut Putusan NO. Yakni putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

“Gugatan pertama NO, kemudian lanjutan gugatan ini, baru sampai hari ini (kemarin) ditolak. Dan dalam proses hukum tidak ada kesempatan untuk gugatan baru, tapi penggugat diberikan hak hanya untuk banding, khusus untuk perkara ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dati Hatala, Ali Hatala mengaku, pihaknya sangat senang dengan keputusan tersebut. Yang mana keputusan ini agar kedepan hanya dikenal satu Marga Hatala di Batu Merah.

Baca juga: F-Perindo Akan Minta LHP BPK, Terkait LPJ APBD 2020

“Tidak ada lagi Hatala selain Hatala dari Pati Raja Hatala. Jadi hanya satu, dan ini merupakan satu keputusan. Semoga masyarakat Negeri Batu Merah bisa memahami apa yang menjadi putusan pengadilan hari ini (kemarin),” harapnya.

Disinggung soal banding, lanjut Ali, jika ada perkembangan dengan waktu yang diberikan, pihaknya akan tetap mempersilahkan proses hukum berjalan sesuai dengan aturan. “Kalau memang ada mau banding silahkan. Karena untuk gugatan baru tidak bisa lagi. Dan saya tegaskan sekali lagi, bahwa marga keturunan Hatala hanya satu sesuai putusan pengadilan,” pungkasnya. (UPE)

Comment