by

Guru Minta Pemerintah Buka Sekolah

Ambon, BKA- Tidak hanya siswa dan orangtua, guru pun mulai merasa jenuh dengan pemberlakuan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi Covid-19. Sehingga mereka meminta agar sekolah kembali dibuka untuk melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka dengan siswa.

Kejenuhan para guru itu mulai muncul seiring dengan berbagai kendala yang dihadapi, namun tidak disertai dengan solusi. Mereka mengkhawatirkan, kondisi itu mempengaruhi kualitas pendidikan siswa.

Guru SD Negeri 16 Ambon, Agusthina Nanlohy, mengungkapkan, saat ini, proses pembelajaran bagi siswa tidak berjalan dengan baik, terutama mereka yang tidak memiliki fasilitas Hp android.

Kondisi tersebut tentu saja sangat memperihatinkan, kalau dibiarkan terus berlanjut dalam waktu lama. Karena akan mempengaruhi kualitas siswa. Sehingga dia berharap, sekolah dapat kembali dibuka untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

“Kita minta sekolah dibuka seperti biasa saja, nanti diatur seperti kantor-kantor dan lain-lain. Yang penting untuk siswa yang kurang mampu dan oran tua yang tidak mempunyai hp android bisa belajar dengan baik. Kenapa kantor buka, sekolah tidak dibuka. Kalau kita bisa gunakan protokol kesehatan, ijinkan sekolah buka saja. Kalau begini terus, kan kita guru dan siswa bahkan orangtua yang kesulitan,” ungkap Nanlohy, Senin (24/8).

Selain kendala fasilitas, terangnya, khusus untuk siswa kelas kecil, yakni, kelas I dan II, belum bisa mengikuti proses pembelajaran secara Daring. Mereka memerlukan bimbingan langsung dari guru, karena masih harus belajar membaca dan menulis.

“Jadi saya punya keinginan, kalau memang kita punya siswa di sekolah bisa diatur jaraknya, sekolah diaktifkan lagi. Kan bisa diatur 10 atau 5 orang satu kelas itu kita bisa tatap muka dengan mereka. Kasihan anak anak-anak yang belum tahu baca dan tidak memiliki Hp android,” pungkasnya.(LAM)

 

 

Comment