by

Hakim Diminta Ringankan Hukuman Ayah Bejat

Ambon, BKA- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon diminta untuk meringankan hukuman terdakwa ayah bejat, Ananias Lawalata alias Is.

Permintaan itu disampaikan penasehat hukumnya, Alfred Tutupary, dalam nota pledoi yang disampaikan pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (9/9).

Tutupary meminta agar majelis hakim yang mengadili perkara kliennya, Feliks R. Wuisan Cs, agar bersikap adil. Sebab, dari rangkaian bukti persidangan, jelas kalau terdakwa sudah mengakui perbuatannya.

“Kami nilai, ancaman kepada terdakwa terlalu tinggi. Makanya, melalui persidangan ini, kami meminta ada keringanan hukuman,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Ananias Lawalata alias Is, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon dengan pidana penjara selama 10 tahun, pada persidangan yang digelar Senin (1/9).

Pria yang bermukim di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon ini dinyatakan berbukti bersalah melakukan tindak pidana persetubuhan, sebagaimana diatur dalam pasal 285 KUHPidana, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

JPU dalam pertimbangan memberatkan, perbuatan terdakwa sangat membuat korban malu dan juga korban merupakan anak tiri terdakwa.
Sedangkan yang meringankan, terdakwa berlaku sopan di persidangan dan menyesali perbuatannya.

Sebelumnya, JPU Kejari Ambon, Lilia Helut, dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, berulang kali sejak tahun 2013 hingga 2017.

Saat itu, istri terdakwa (ibu korban, red-) tidak berada di rumah. Sedangkan korban baru pulang sekolah. Sampai di rumah, terdakwa geram atas sikap korban tanpa alasan yang jelas.

Saat terdakwa di dalam kamar, dia meminta korban untuk mengikutinya. Sambil mengancam, terdakwa meminta korban untuk menuruti kemaunnya, yakni, melakukan hubungan badan layaknya suami-istri.

Kondisi itu terus berlanjut, hingga korban duduk di bangku SMA. Terdakwa masih berupaya menyetubuhi korban. Memang ibu korban sudah mendengar cerita dari korban, namun tidak berdaya karena terdakwa yang memenuhi nafkah seluruh keluarga, sehingga takut untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib.

karena sudah tidak tahan dengan perlakuan ayah tirinya itu, akhirnya korban mengadukan hal itu kepada bibinya. Geram, bibinya kemudian mendatangi Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk melaporkan kejadian yang dialami korban, agar diproses sesuai hukum yang berlaku.(SAD).

Comment