by

Hakim PN Dilaporkan ke Bawas MA

Ambon, BKA- Buntut putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Ambon terkait kasus penggelapan uang sembako senilai Rp.2 miliar lebih yang menyeret Berthy Themalagi suami Leonora Lisapaly,membuat korban John Tuhuteru alias Titi 51 melalui kuasa hukumnya Roos Jeane Alfaris melaporkan sikap salah satu majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon ke Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA).

Laporan ini dilakukan karena menurut pengakuan Alfaris, majelis hakim yang memutuskan perkara ini tidak bersikap netral.
“Kita anggap majelis hakim punya pertimbangan ini tidak netral,” jelas Alfaris kepada wartawan, Kamis (21/1).

Padahal, lanjut dia, barang bukti berupa ratusan faktur dan nota pengambilan barang oleh almarhum Berthy Themalagi,seharusnya majelis hakim dalam amarnya menyebutkan untuk dikembalikan ke korban atau John Tuhuteru alias Titi 51.

“Dalam amar putusan majelis hakim yang memvonis bebas Leonora Lisapaly, majelis mengatakan, barang bukti berupa ratusan faktur dan nota pengambilan barang oleh almarhum Berthy Themalagi yang adalah suami dari Leonora Lisapaly dikembalikan ke terdakwa.padahal, seharusnya, ratusan barang bukti tersebut dikembalikan kepada karyawan CV. Gema Rejeki. Lantaran barang barang bukti itu disita atau berasal dari karyawan CV. Gema Rejeki milik Titi 51,” sebutnya.

“Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kekisruhan, karena barang bukti tersebut berupa ratusan faktur dan nota pengambilan barang oleh Berthy Themalagi suami dari Leonora Lisapaly dari CV. Gema Rejeki senilai kurang lebih Rp.2 miliar lebih yang disita dari petugas CV. Gema Rejeki,tidak diberikan ke korban, malah dikembalikan kepada terdakwa Leonora Lisapaly, “tambah Alfaris.

Ditambah lagi, lanjut dia, sikap jaksa atau juru sita pada Kejaksaan Negeri Ambon. Dimana juru sita menolak menyerahkan ratusan faktur dan nota pengambilan barang yang disita dari pihak CV Gema Rejeki. Juru sita Kejaksaan Negeri Ambon beralasan mereka berpegang pada amar putusan majelis hakim.
Tentu saja hal ini sangat merugikan kliennya selaku korban dalam kasus tersebut. “Karena dari hal ini, membuat saya, melaporkan majelis hakim ke Bawas MA, serta jaksa ke Komisi Kejaksaan Agung,”tandasnya.(SAD)

Comment