by

Hakim Vonis Bebas Thomas Keliombar

Ambon, BKA- Thomas Keliombar anggota Polri yang terseret kasus penipuan dan penggelapan, divonis bebas majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Di dalam amar putusan hakim, majelis berpendapat bahwa ancaman yang dijatuhi JPU terhadap terdakwa, bukan merupakan tindak pidana, melaikan harus masuk ke ranah perdata.

“Menyatakan terdakwa Thomas Keliombar tidak bersalah melakukan tindak pidana dan memerintahkan agar terdakwa dibebaskan,” ungkap ketua majelis hakim Lucky R. Kalalo Cs dalam amar putusannya.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa supaya dipenjara selama tiga tahun karena diduga terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

”Jadi dia (Thomas Keliombar) terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana penipuan,” ungkap JPU,Augustina Ubleeuw kepada koran ini di Pengadilan Negeri Ambon Rabu (16/12).

Dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim, Lucky Rombot Kalalo, didampingi dua hakim anggota masing-masing Hamzah Kailul dan Christina Tetelapta itu, Thomas dinyatakan melanggar pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

Kasus ini, lanjut Ubleeuw, terdakwa Thomas Keliombar sendiri dilaporkan oleh Laila Wadjo, dengan tuduhan dugaan penipuan atas sebidang tanah. Kasus ini terdaftar di Pengadilan Negeri Ambon, dengan nomor perkara: 215/Pid.B/2020/PN Amb.

Untuk diketahui dalam dakwaan, jaksa disebutkan Thomas Keliombar, pada 1 April 2017 sekitar pukul 17.00 WIT atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2017, bertempat di rumah saksi Izak Lambiombir di Tanah Lapang Kecil Kota Ambon, dengan maksud untuk mengguntungkan diri sendiri, memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain, yaitu saksi korban Heri Setiabudi Lauw, untuk membeli tanah tersebut darinya.

Sementara itu, Laila kepada Wartawan Senin (14/9) mengatakan gugutan ini dilayangkan semata-mata untuk menuntut bukti dari Thomas Keliombar atas tanah tersebut yang diakui sebagai miliknya.

Ia menilai, Thomas selaku tergugat tidak memiliki bukti apapun atas tanah tersebut hanya sebuah kwitansi. Tidak ada surat keterangan kepemilikan tanah. Jadi tanah itu tetap milik kami,” tandasnya. (SAD)

Comment