by

Hakim Vonis Lima Pembunuh di Kopertis Bersalah

Ambon, BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, akhirnya memvonis lima terdakwa kasus pembunuhan di kawasan Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon dengan pidana penjara bervariasi, dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (21/1).

Di dalam amar putusan majelis hakim, dua terdakwa yakni, Marten Noya alias Ateng (58) dan Fulton Ronson Saptenni alias Toton (45), divonis penjara selama satu tahun sepuluh bulan (1,10 tahun), sedangkan untuk ketiga terdakwa lainnya, Reinaldo Wendy Siahaya alias Ongen (43),Ronny Papilaya alias Iron (35) dan James Bernand Saptenno alliasames (53) divonis penjara selama dua tahun enam bulan (1,6 tahun ).

Majelis mengatakan, para terdakwa terbukti bersalah bersama-sama melakukan tindak pidana penganiayaan mengakibatkan korban meninggal dunia,sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana.

“Yang memberatkan, kelima terdakwa membuat korban meninggal dunia, sedangkan yang meringankan, kelima terdakwa berlaku sopan di persidangan serta mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi,” tutur ketua majelis hakim Ahmad Ukayat Cs,dalam amar putusannya.

Sebelumnyam JPU menuntut lima terdakwa kasus ini masing-masing, Marten Noya alias Ateng (58) dan Fulton Ronson Saptenni alias Toton (45),diancam 3 tahun penjara, sedangkan tiga terdakwa lainnya, yakni,Reinaldo Wendy Siahaya alias Ongen (43),Ronny Papilaya alias Iron (35) dan James Bernand Saptenno alliasames (53), terancam lima tahun penjara.
“Menyatakan kelima terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama, mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap JPU, Elsye B Leonupun.

JPU menyatakan, para terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 170 ayat 2 ke 3, KUHPidana, serta memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan.
JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, perbuatan kelima terdakwa terjadi Rabu 8 Juli 2020, tepatnya di Wisma Gonzalo Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kejadian bermula ketika terdakwa Marten Noya dan Fulton Ronson Saptenni sementara bekerja dan mendengar ada teriakan untuk menangkap pencuri. Saat bertemu dengan korban mereka langsung menganiaya korban dengan parang. Terdakwa yang lainnya lalu datang juga dengan memukul korban menggunakan kepalan tangan.

Setelah itu mereka melaporkan kepada RT setempat bahwa telah menangkap pencuri. Sayangnya korban kembali dipukul berulang kali ketika sudah di rumah RT. Setelah dipukul mereka langsung meninggalkan korban begitu saja.

Setelah mendengar hal ini, Bhabinkamtibmas datang menghubungi anggota Polsek Sirimau untuk datang dan membawa korban ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis setelah itu pada Kamis 9 Juli 2020, korban dinyatakan oleh pihak rumah sakit Bhayangkara bahwa telah meninggal dunia.

Dari hasil autopsi menemukan korban yang sudah berumur kurang lebih 37 tahun dengan ini mengalami luka robek di puncak kepala sebelah kiri akibat kekerasan tumpul, memar di sekujur tubuhnya luka lecet. (SAD)

Comment