by

Hakim Vonis Pengedar Sabu 5 Tahun Penjara

Ambon, BKA- Terdakwa penyalahgunaan narkoba, Ilham Fauzi Marasabessy (29), divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, dengan pidana penjara selama lima tahun dipersidangan, Rabu kemarin.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Philip Panggalila didampingi Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota. Terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Penny Tupan.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan daripada tuntutan JPU S. Aryani yang sebelumnya menuntut terdakwa supaya dipenjara selam tujuh tahun.

Di dalam amar tuntutan JPU menyebutkan, Pemuda yang bermukim di Gang Ponegoro Kelurahan Urimesing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu tertangkap Rabu 5 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 di sebuah kos-kosan daerah Ponegoro.
Penangkapannya bermula saat Surya Gunwan Maryani (terdakwa dalam berkas terpisah) diinterogasi oleh petugas polisi dari Ditresnarkoba Polda Maluku.
Surya mengakui mendapat sabu-sabu dari terdakwa. Surya pun memberitahukan tempat tinggal terdakwa kepada polisi.
Kemudian polisi mendatangi tempat tinggal terdakwa. Disana, mereka menemukan dua paket sabu-sabu. Dua paket itu disimpan dalam plastik klem bening dan dibungkus dengan tisu kemudian di masukkan dalam kantong celana sebelah kanan bagian depan.
Saat diinterogasi, terdakwa mengakui mendapatkan barang tersebut dari Sarifudin Marasabessy alias Udin (DPO). Terdakwa membelinya dengan harga Rp. 2.000.000. (SAD)

Terdakwa penyalahgunaan narkoba, Ilham Fauzi Marasabessy (29), divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Ambon, dengan pidana penjara selama lima tahun dipersidangan, Rabu kemarin.
Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.
Sidang dipimpin ketua majelis hakim Philip Panggalila didampingi Hamzah Kailul dan Lucky Rombot Kalalo selaku hakim anggota. Terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Penny Tupan.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan daripada tuntutan JPU S. Aryani yang sebelumnya menuntut terdakwa supaya dipenjara selam tujuh tahun.

Di dalam amar tuntutan JPU menyebutkan, Pemuda yang bermukim di Gang Ponegoro Kelurahan Urimesing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu tertangkap Rabu 5 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 di sebuah kos-kosan daerah Ponegoro.
Penangkapannya bermula saat Surya Gunwan Maryani (terdakwa dalam berkas terpisah) diinterogasi oleh petugas polisi dari Ditresnarkoba Polda Maluku.
Surya mengakui mendapat sabu-sabu dari terdakwa. Surya pun memberitahukan tempat tinggal terdakwa kepada polisi.
Kemudian polisi mendatangi tempat tinggal terdakwa. Disana, mereka menemukan dua paket sabu-sabu. Dua paket itu disimpan dalam plastik klem bening dan dibungkus dengan tisu kemudian di masukkan dalam kantong celana sebelah kanan bagian depan.
Saat diinterogasi, terdakwa mengakui mendapatkan barang tersebut dari Sarifudin Marasabessy alias Udin (DPO). Terdakwa membelinya dengan harga Rp. 2.000.000. (SAD)

Comment