by

Harga Cabai Malambung Rp 86 Ribu Per Kilo

Ambon, BKA- Harga cabe rawit merah pada sejumlah pasar tradisional di Kota Ambon, mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi Selama bulan Maret.

Pantauan itu dilakukan di Pasar Batu Merah, Arumbai dan Mardika. Harga cabe rawit merah di ketiga pasar tersebut berkisar Rp 86.000 per kelogram.

Kadis Perindag Provinsi Maluku, Elvis Patiselano, mengungkapkan, kenaikan harga itu terjadi secara nasional.

“Tidak bisah dipungkiri, harga cabe secana nasional naik hingga 100 ribu per kg,” kata Patiselano, di kantor Gubernur Maluku, Jumat (19/3).

Selain itu, karena kenaikan harga pada sentra produksi, katanya, membuat kurangnya bahkan tidak masuknya pasokan dari sentra Makassar, Sulawesi Selatan, dan Bau Bau, Sulawesi Tenggara, melalui kapal penumpang milik PT. Pelni.

“Pasokan ke Kota Ambon hanya berasal dari sentra lokal Pulau Buru dan sedikit dari Pulau Seram. Karena pedagang juga mengantarpulaukan cabe dari sentra ini ke Provinsi Papua Barat, sehingga menekan tinggi harga di Kota Ambon” paparnya.

Untuk komoditas cabe merah keriting di bulan ini, rata-rata harga pantauan mencapai Rp 44.524 per kg, sedikit mengalami
kenaikan dari rata-rata harga di bulan Februari yang mencapai Rp.40.474 per kg.

Penyebab kenaikan harga, karena kurangnya pasokan dari sentra dan kenaikan permintaan pedagang, untuk mengantisipasi momen perayaan hari besar keagamaan yang akan jatuh diakhir Maret ini.

“Komoditas cabe rawit merah mengalami kenaikan yang signifikan dalam bulan Maret ini. Cabe rawit merah mengalami kenaikan harga bukan saja di Provinsi Maluku, tetapi secara nasional. Bahkan di beberapa daerah di Pulau Jawa, mengalami gagal panen dan harga mencapai Rp 120.000 per kg. Penyebab kenaikan harga di Provinsi Maluku, selain dipicu oleh tingginya harga cabe secara nasional, juga karena pasokan dari luar daerah yang biasanya berasal dari Makassar dan Bau Bau terganggu,” pungkas Patiselano.(BTA)

Comment