by

Hari Ini, Farrahdibha Cs Divonis

Ambon, BKA- Sesuai agenda Pengadilan Tipikor Ambon, hari ini (Selasa, 11/8), akan dibacakan vonis terhadap enam terdakwa dugaan Tipikor dan TPPU uang kas BNI Cabang Utama Ambon, yakni, Farrahdhiba Yusuf alias Fara Cs.

“Kalau tidak ada halangan, besok (hari ini), sidang putusan Fara cs digelar,” ujar salah satu Penasehat Hukum (PH) Farrahdhiba Yusuf alias, Adward Diaz, Senin (10/8).

Sebagai PH, mereka tetap menunggu sikap majelis hakim yang akan memvonis para terdakwa dalam kasus yang diduga menelan uang negara sebesar Rp 55 miliar lebih itu.
“Prinsipnya kita tetap tunggu putusan majelis hakim. Sebagai PH, kita tetap berkeinginan agar majelis hakim bersikap bijak dan arif dalam memutuskan perkara ini,” tandasnya.

Terpisah, sumber JPU Kejaksaan Tinggi Maluku mengungkapkan, kasus dugaan tipikor dan TPPU uang kas BNI Ambon untuk terdakwa Farrahdhiba Yusuf alias Fara, Soraya Pelu, Marce Muskitta alias Ace, Krestianus Rumahlewang alias Kres, Andi Yahrizal Yahya alias Calu dan Joseph Resley Maitimu alias Ocep, akan memasuki babak akhir persidangan. Sedangkan salah satu tersangka lainnya, yakni, William Alfred Ferdinandus, baru akan menggelar sidang perdana hari ini.

“Besok Farrahdhiba Yusuf Cs di vonis penjara. Sedangkan rekannya, William Alfred Ferdinandus akan menjalani sidang perdana, mengingat berkas perkaranya sudah dilimpah di pengadilan beberapa hari lalu,” tandas sumber JPU tersebut seraya menolak namanya dikorankan.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Farrahdhiba Yusuf terdakwa utama kasus dugaan tipikor dan tindak pidana pencucian uang di BNI Cabang Utama Ambon, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku dengan penjara selama 20 tahun, pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat (24/7).

Di dalam amar tuntutan JPU, wanita yang bermukim di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 49 miliar lebih. Apabila uang pengganti tersebut tidak diganti, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menggantikan uang pengganti tersebut. Akan tetapi, jika terdakwa tidak memiliki harta benda, maka dipidana selama 10 tahun penjara.

Selain terdakwa utama Farrahdhiba Yusuf , lima rekan terdakwa lainnya dalam sidang bersamaan itu juga dituntut secara variatif.

JPU menuntut terdakwa Marce Muskitta alias Ace selaku Pemimpin kantor Cabang Pembantu (KCP) Masohi, dengan ancaman penjara selama 11 tahun, denda sebesar Rp 500 juta, subsider tiga bulan kurungan, kemudian dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 75 juta. Apabila uang pengganti tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana subsider selama lima tahun dan enam bulan kurungan.

Kemudian terdakwa Krestianus Rumahlewang alias Kres selaku KCP Tual, dituntut 13 tahun penjara, denda Rp.500 juta, subsider tiga bulan kurungan. Dia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 50 juta.

Terdakwa Andi Yahrizal Yahya alias Calu selaku pimpinan Kas BNI Pasar Mardika dan Joseph Resley Maitimu alias Ocep selaku KCP Kepulauan Aru, dituntut penjara selama 15 tahun, denda sebesar Rp 500 juta, subsider tiga bulan kurungan. Sedangkan terdakwa Soraya Pelu alias Ola dituntut penjara selama 20 tahun, denda Rp 1 miliar, subsider enam bulan kurungan.

Keenam terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan turut serta sebagai terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) ayat (2), dan ayat (3) UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUH Pidana Jo pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Selain itu, terbukti melanggar pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencurian uang jo pasal 55 ayat (1) k2-1 KUH Pidana jo pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.(SAD).

Comment