by

Hari Ini Pengadilan Vonis Farrahdibha Cs

Ambon, BKA- Pengadilan tipikor pada Pengadilan Negeri Ambon dipastikan hari ini, Selasa (11/8), akan menjatuhi hukuman kepada terdakwa Farrahdhiba Yusuf alias Fara,dan rekan-rekannya.

Melalui salah satu Penasehat Hukum (PH) Farrahdhiba Yusuf alias, Adward Diaz,yang dikonfirmasi Beritakota Ambon mengatakan,direncanakan hari ini, Selasa 11 Agustus 2020, sidang kasus dugaan Tipikor dan TPPU uang kas BNI Cabang Utama Ambon akan dimencapai puncak, yakni mendengarkan putusan majelis hakim di persidangan.

“Kalau tidak ada halangan, Besok (Hari ini), sidang putusan Fara cs digelar,” ujar Diaz Senin malam.

Sebagai PH, mereka tetap menunggu sikap majelis hakim yang memvonis para terdakwa dalam kasus yang diduga menelan uang negara sebesar Rp.55 miliar lebih ini.
“Prinsipnya kita tetap tunggu putusan majelis hakim, sebagai PH kita tetap berkeinginan agar, majelis hakim bersikap bijak dan arif dalam memutuskan perkara ini,” tandasnya.

Sementara terpisah, sumber JPU kepada Beritakota Ambon mengatakan, kasus dugaan tipikor dan TPPU uang kas BNI Ambon, untuk terdakwa Farrahdhiba Yusuf alias Fara, Wakil kepala pemasaran BNI Cabang Utama Ambon, Soraya Pelu, Marce Muskitta alias Ace, selaku Pemimpin kantor Cabang Pembantu (KCP) Masohi, Krestianus Rumahlewang alias Kres KCP Tual, Andi Yahrizal Yahya alias Calu selaku pimpinan Kas BNI Pasar Mardika, dan Joseph Resley Maitimu alias Ocep selaku KCP Aru, akan memasuki babak akhir, sedangkan untuk salah satu tersangka lainnya, yakni William Alfred Ferdinandus, besok ini (hari ini) akan digelar persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Besok Farrahdhiba Yusuf Cs di vonis penjara, sedangkan rekannya William Alfred Ferdinandus akan menjalani sidang perdana, mengingat berkas perkaranya sudah dilimpah di Pengadilan beberapa hari lalu,” tandas sumber JPU tersebut seraya menolak namanya di korankan.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Farrahdhiba Yusuf terdakwa utama kasus dugaan tipikor dan tindak pidana pencucian uang di BNI Cabang Utama Ambon, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku dengan penjara selama 20 Tahun dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Jumat (24/7).

Di dalam amar tuntutan JPU, Wanita yang bermukim di desa Batu Merah Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.1 miliar, subsider enam bulan kurungan, serta diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp. 49 miliar lebih, dan apabila uang pengganti tersebut tidak diganti maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menggantikan uang pengganti tersebut, akan tetapi jika terdakwa tidak memiliki harta benda, maka dipidana selama 10 tahun penjara.

Selain terdakwa utama Farrahdhiba Yusuf , lima rekan terdakwa lainnya dalam sidang bersamaan itu juga dituntut secara variatif.
JPU menuntut terdakwa Marce Muskitta alias Ace, selaku Pemimpin kantor Cabang Pembantu (KCP) Masohi dengan ancaman penjara selama 11Tahun, denda sebesar Rp.500 juta, subsider tiga bulan kurungan, kemudian dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp. 75 juta, dan apabila uang pengganti tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana subsider selama lima tahun dan enam bulan kurungan, kemudian terdakwa Krestianus Rumahlewang alias Kres KCP Tual dituntut penjara selama 13 tahun penjara, denda Rp.500 juta subsider tiga bulan kurungan. Dia juga dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp. 50 juta. Selanjutnya untuk terdakwa Andi Yahrizal Yahya alias Calu selaku pimpinan Kas BNI Pasar Mardika dan Joseph Resley Maitimu alias Ocep selaku KCP Kepulauan Aru, dituntut penjara selama 15 Tahun penjara denda sebesar Rp. 500 juta subsider tiga bulan kurungan, sedangkan untuk terdakwa Soraya Pelu alias Ola dituntut penjara selama 20 Tahun , denda Rp.1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Keenam terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan turut serta sebagai terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) ayat (2), dan ayat (3) UU nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 Tahun 1999 tentang tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUH Pidana Jo pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

Selain itu, terbukti melanggar pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencurian uang jo pasal 55 ayat (1) k2-1 KUH Pidana jo pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.(SAD)

Comment