by

Hari Ini,Lima Pembunuh di Kopertis Bersaksi

Ambon, BKA- Sidang lanjutan kasus pembunuhan yang menyeret lima terdakwa yakni Marten Noya alias Ateng (58),Fulton Ronson Saptenni alias Toton (45), Reinaldo Wendy Siahaya alias Ongen (43),Ronny Papilaya alias Iron (35) dan James Bernand Saptenno alliasames (53), rencananya dilanjutkan hari ini, Rabu 6 Januari 2021 di Pengadilan Negeri Ambon.

Fileo Pistos Noija, kuasa hukum terdakwa mengatakan, untuk sidang lanjutan kasus pembunuhan di Kopertis, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, sidang dengan agenda pemeriksaan kelima terdakwa di gelar hari ini Rabu (6/1). “Kelima terdakwa akan memberikan keterangan. Kita akan buktikan satu persatu, sejauh mana perbuatan yang mereka lakukan terhadap korban,” jelas Noija, Selasa kemarin.

Kata dia, kliennya dalam perkara ini berjumlah dua orang. Dan sesuai penuturan kliennya, mereka melakukan pembacokan terhadap korban karena saat itu mereka ingin membela diri. “Pasca kejadian itu, korban berlari. Kemudian pada saat kedua terdakwa melihat korban. korban kaget dan langsung mengayunkan parang kepada salah satu terdakwa. Dari situ, terdakwa membalas. Makanya tindakan yang dilakukan kliennya itu adalah membela diri, bukan merencanakan pembunuhan,” pungkasnya.

JPU dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan para terdakwa terhadap korban Ambos Batuwael terjadi Rabu 8 Juli 2020 sekitar pukul 12.30 WIT di tepatnya di Wisma Gonzalo Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Kejadian bermula ketika dua terdakwa terlihat sementara bekerja dan mendengar ada teriakan untuk menangkap pencuri. Saat bertemu dengan korban mereka langsung menganiaya korban dengan parang. Terdakwa yang lainnya lalu datang juga dengan memukul korban menggunakan kepalan tangan.

Setelah itu mereka melaporkan kepada RT setempat bahwa telah menangkap pencuri. Sayangnya korban kembali dipukul berulang kali ketika sudah di rumah RT sampai meninggal dunia.

Dari hasil autopsi menemukan korban yang sudah berumur kurang lebih 37 tahun dengan ini mengalami luka robek di puncak kepala sebelah kiri akibat kekerasan tumpul, memar di sekujur tubuhnya luka lecet.
JPU juga mendakwa para terdakwa dengan melanggar pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP pidana.(SAD)

Comment