by

Hasil Audit Korupsi Cold Storage Ditunggu Jaksa

Ambon, BKA- Sampai kini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Maluku Darat Daya (MBD), sementara menunggu hasil hitungan perhitungan kerugian keuangan negara dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dua unit cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten MBD yang dibangun di Kecamatan Letty dan Kecamatan Moa tepatnya di Moain.

Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta mengatakan, untuk berkas perkara dua pembangunan cold storage di MBD ini, penyidik sudah berkoordinasi dengan BPKP Perwakilan Maluku-Malut untuk kepentingan perhitungan jumlah kerugian negara.
Dia mengaku, dalam perkara ini, penyidik telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) proyek tersebut.
“Pentahapan LKPP juga kita sudah selesaikan, tinggal hasil audit saja yang kita sedang tunggu dari BPKP,” ungkap Lawalatta, Senin (1/3).

Kata dia, sesuai informasi dari BPKP perwakilan Maluku, tim pemeriksa dari BPKP akan menyambangi MBD pekan depan guna melakukan penghitungan kerugian negara dalam kasus tersebut.
“Rencananya pekan depan BPKP Maluku akan turun ke MBD untuk melakukan pemeriksaan sekaligus menghitung kerugian negara pada kedua proyek tersebut, ” beber Lawalatta.

Ditambahkan Lawalatta, jika nantinya BPKP selesai melaksanakan penghitungan kerugian negara, maka penyidik Kejari Maluku Barat Daya akan langsung melakukan penetapan tersangka.

Data yang dihimpun koran ini di kantor Kejari MBD, pada tahun 2015, Dinas Perikanan Kabupaten MBD menggelontarkan dana sebesar kurang lebih Rp.1.4 miliar untuk pembangunan dua unit cold storage di Letti dan Moain. Proyek tersebut dikerjakan kontraktor ST.

Namun dalam proses pekerjaan disinyalir, terjadi bagi bagi pekerjaan pada proyek. Dimana ST mengerjakan fisik atau bangunan pabrik es tersebut. Sedangkan untuk mesin pembuat es diserahkan kepada JK yang saat itu menjabat selaku Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dalam pengerjaannya, ternyata terjadi kekurangan volume pekerjaan yang dikerjakan ST. Begitu juga dengan mesin pengelola dan pembuat es yang ditangani JK.
Sesuai dokumen kontrak, semestinya mesin produksi es ini mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari. Namun nyatanya kedua mesin yang ada pada proyek yang dikerjakan ST tidak mampu memproduksi es sebanyak 2 ton perhari. Alias mesin yang dibeli sama sekali tidak sesuai spek di dalam kontrak.
Akibat perbuatan ST dan JK, proyek pembangunan cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya, merugikan keuangan ratusan juta rupiah.(SAD)

Comment