by

Hasil Joget, Tiga Hari Sekda Didemo

Ambon, BKA- Sudah tiga hari, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Revolusi Beta Kudeta (RBK) melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Maluku. Mereka mendesak gubernur untuk segera mencopot Kasrul Selang dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung sejak Senin 23 Agustus hingga Rabu 26 Agustus 2020. Seluruh aksi itu dlakukan di lokasi yang sama, yakni di depan kantor gubernur Maluku.

Tuntutannya pun sama. RBK hanya meminta Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk mencopot Kasrul Selang. Sebab, usai menghadiri Paripurna HUT Provinsi Maluku ke 75 tahun bersama DPRD Maluku, perilaku Kasrul yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas (Gustu) Covid-19 Maluku secara spontan telah melanggar aturan terkait protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Menurut para demonstran, pelanggaran yang dibuat Kasrul yakni, berjoget dan bernyanyi tanpa menggunakan masker dan jaga jarak. Sementara masyarakat terus ditekan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.

RBK yang terdiri dari berbagai perguruan tinggi di kota Ambon ini menilai, perilaku Kasrul yang bersifat maladministrasi itu tidak berikan edukasi yang baik kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19.

Bahkan, perilaku Kasrul ini juga menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Terkait virus Corona yang diketahui telah memakan puluhan korban jiwa di Maluku ini ada atau tidak.

Dan di hari ketiga aksi unjuk rasa ini, para demonstran juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Maluku, untuk segera membebaskan 10 orang yang sementara berada dibalik jeruji besi, terkait kasus pengambilan paksa jenazah yang disebut Covid-19 di jalan Jenderal Sudirman pada akhir Juni 2020 lalu.

“Copot jabatan Sekda Maluku, dan bebaskan 10 orang dari dalam penjara yang diduga merampas jenazah Covid-19,” teriak orator, Risman Wahab Solissa didepan para petugas Pol-PP dan sejumlah anggota Polri, Rabu (26/8).

Pantauan koran ini, dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan, sempat terjadi saling dorong pagar kantor gubernur antara pendemo dengan Satpol provinsi. Lantaran para demonstran tidak diizinkan masuk di depan pintu kantor gubernur, untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Hingga kemudian, para pendemo memilih kembali tanpa hasil. Kasrul sendiri bahkan tidak menunjukan rupa untuk merespon aksi itu. (BKA-1)

Comment