by

Hasil Musda KNPI Ambon Ditolak OKP dan Ormas

Ambon, BKA- Sejumlah Ormas dan OKP menolak hasil musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Ambon. Sejumlah organisasi ini menduga, adanya ketidaknetralan panitia pelaksana dalam menjalankan Musda yang berlangsung di hotel Marina, Rabu (11/11) pekan lalu.

Sejumlah Ormas dan OKP tersebut diantaranya, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Ambon, dan Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), Pemuda Persatuan Islam (Persis), Palajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan PMII serta teman-teman Paguyuban Dari SBT, KotaTual, dan Hipmast.

Calon Kandidat Ketua DPD KNPI Kota Ambon, Hamid Fakaubun mengatakan, penolakan hasil Musda itu lantaran panitia dan ketua Demisioner dianggap sudah tidak bersikap profesional dan netral. Terlihat ketidaknetralan itu sejak pembahasan kriteria calon ketua umum. Kemudian terkesan pemaksaan waktu pemilihan yang sudah melewati jam 12 malam dengan mengabaikan protokol covid 19.

“Saya kira pada proses ini, mesti membuka ruang bagi semua pemuda Kota Ambon. Jangan ada kong kalikong. Kalau penyelenggara tidak lagi netral, maka apa jadinya dengan hasil keputusannya. Yang pasti, digiring untuk kepentingan mereka. Harus profesional, agar apa yang diputuskan benar-benar dapat diterima dengan baik,” ungkap Fakaubun, kepada koran ini, pekan kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Pemuda Ansor, M. Nur Rahayaan menilai, panitia sudah banyak keluar dari aturan seperti yang sudah di jabarkan pimpinan DPD KNPI Maluku, selaku penanggung jawab Musda.
Oleh sebab itu mereka bersikap dan memilih keluar dari arena musda dan menolak musyawarah KNPI tersebut. Pasalnya mereka lebih mementingkan rekomendasi KNPI kecamatan, dan organisasi papan nama ketimbang Ormas dan OKP yang mendirkan KNPI.

“Oleh Kerena itu saya dan teman-teman Ormas dan OKP menolak dan menganggap musda KNPI Kota Ambon itu gagal dan sangat bermuatan politis. Karena di intervensi oleh parpol tertentu, makanya kami lebib memilih keluar dan tidak mengikuti proses tersebut,” tandas Rahayaan (LAM)

Comment