by

Hatawano Ditetapkan Sebagai Kampung Tangguh Nusantara

Ambon, BKA- Desa Hatawano, Kecamatan Waplau, ditetapkan sebagai Kampung Tanggu Nusantara Bersinar (Bersih dari Miras Dan Narkoba).

Penetapan tersebut dilakukan dalam bentuk launching yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Hatawano bersama Polres Pulau Buru, Kamis (8/4).

Launching yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Hatawano tersebut dihadiri Penjabat Kepala Desa Hatawano M. Ali Palisoa, Kapolres Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja, Camat Waplau, Perwakilan Kepala Soa dari empat wilayah Petuanan Tagalisa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Babinsa, Babinkantibmas Desa Hatawano, serta undangan lainnya.

Launching Kampung Tangguh Tersebut tersebut diawali dengan Tarian Cakalele untuk menyambut kedatangan Kapolres Pulau Buru, sebagai bentuk penghormatan masyarakat setempat.


Penjabat Kepala Desa (Kades) Hatawano, M. Ali Palisoa, dalam sambutannya, mengatakan, kampung tangguh tersebut akan melibatkan semua komponen masyarakat di desa tersebut, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, hingga tenaga kesehatan.

“Saya menghimbau kepada basudara samua di hatawano, mari bersama-sama untuk memberantas miras dengan hal yang berbentuk narkoba,” kata Palisoa, kepada BeritaKota Ambon, (8/4).

Memang sejak dulu, akuinya, masyarakat Desa Hatawano tidak tetarik untuk mengkonsumsi Miras apalagi narkotika dan obat-obat terlarang. Kalau pun ada, itu hanya segilintir orang saja.


Alasan itulah, katanya, Desa hatawano ditetapkan sebagai Kampun Tanggu Nusantara Bersih. “Di Hatawano sendiri, untuk miras, dari dulu sampai sekarang sangat minim. Kecuali ada pergaulan-pergaulan dari daerah luar,” ungkapnya.

Lanjut dia, launching Desa Hatawano sebagai Kampung Tangguh Bersinar, merupakan perwujudan kerja sama yang baik diantara semua komponen masyarakat Desa Hatawano, termasuk dengan Polres Pulau Buru, dalam pemberantasan minuman keras maupun narkoba di desa tersebut.

“Dengan pembentukan Kampung Tangguh Nusantara ini, saya berharap buat kita semua, bisa memahami bahwa mengkonsumsi hal-hal yang dapat merugikan kita dapat merugikan diri sendiri. Semoga kita sadar dan bisa menerapkan buat generasi kita nantinya,” pungkas Palisoa.(MG-1).

Comment