by

Hative Kecil Maksimalkan Pencegahan Bencana

Pemerintah Negeri Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon sementara melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap bencana alam. Hal ini menindaklanjuti peringatan dini yang dikeluarkan BMKG terkait cuaca ekstrim, yang diprakirakan akan bertahan hingga 18 Juli akhir pekan ini.

Ketua RT.01/RW.02 Negeri Hative Kecil, Anthony Keppy mengatakan, pihaknya terus melakukabn berbagai pencegahan guna mengantisipasi bencana alam selama musim penghujan. Dengan melibatkan warga untuk selalu membersihkan drainase dan sebagainya.

Sebelum memasuki musim penghujan, lanjut dia, pemerintah negeri bersama warga sudah melakukan berbagai upaya mengantisipasi bencana banjir. Seperti membersihkan saluran drainase, hingga membentuk Tim Penanggulangan Bencana.

“Kita libatkan warga untuk melakukan tanggung jawab bersama, yaitu melakukan pembersihan drainase kemudian mempersiapkan untuk bagaimana mengatasi banjir. Kita juga bentuk tim penanggulangan bencana,” ungkap Anthony, saat dihubungi Koran ini, Senin (12/7).

Anthony juga menyebutkan, sudah disiapkan 5 radio walkie-talkie dari tahun 2016 silam, untuk berkoordinasi dengan masyarakat yang berada di seputaran bantaran sungai. Yakni ketika ada tanda-tanda akan terjadi banjir, maka akan dinformasikan kepada masyarakat untuk segera melakukan evakuasi.

“Kita gunakan radio walkie-talkie ini ketika hujan turun tanpa henti. Kemudian kita saling mengecek kondisi antar RT, RW, perangkat negeri. Dimana kalau kondisi air kali mulai meluap pertanda akan adanya banjir, maka kita segera langsung infokan kepada seluruh masyarakat agar segera mengungsi,” terangnya.

Sementara itu, Sekertaris Negeri Hative Kecil, Matheos Nanulauta menambahkan, warganya saat ini sudah sangat paham dengan kondisi cuaca. Belajar dari kejadian banjir yang sebelumnya pernah menimpa mereka di tahun 2016 silam.

“Tanpa diberi tahu juga, masyarakat sudah paham terkait kondisi. Mereka lihat kalau hujan sudah sangat deras tanpa henti, jika air kali mulai meluap, mereka dengan sendirinya sudah mulai siap siaga untuk mengungsi. Tapi kami pihak pemerintah negeri juga tetap memantau mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, berbagai sosialisasi terkait penanganan bencana juga sudah diberikan pemerintah negeri kepada masyarakat sejak tahun 2016. Langkah-langkah penanganan sampai mengurangi resiko bencana sudah di lakukan dengan baik.

“Dari kejadian tahun 2016 silam, buat kami bertekad untuk menjadi Desa Tangguh Bencana. Kita bekali masyarakat terkait langkah-langkah penanganan bencana sampai pada cara mengurangi resiko bencana. Semua kita jelaskan kepada mereka, sehingga mereka sudah paham terkait semua caranya,” pungkasnya (BKA-2)

Comment