by

Hehanussa Soroti Pelayanan Kesehatan SBB

Ambon, BKA- Anggota Komisi III DPRD Maluku, Hata Hehanussa, menyoroti masalah pelayanan kesehatan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Baru-baru ini, viral di media sosial, seorang ibu hamil yang merupakan warga Dusun Niniari, Kecamatan Taniwel, terpaksa ditandu oleh beberapa warga sejauh 10 kilometer, untuk mengakses fasilitas kesehatan terdekat di Desa Riring.

Hal itu terjadi, lantaran masih banyak dusun atau perkampungan warga di Kabupaten SBB, yang terisolasi. Tidak ada akses transportasi menjangkau mereka. Salah satunya di Dusun Naniari itu.


“Kejadian yang dialami Linda Latue, ibu hamil yang butuh pelayanan kesehatan terpaksa harus ditandu. Sebagai Bupati, Yasin Payapo harus bisa membuka mata untuk melihat terisolasian yang ada di daerahnya,” kata Hehanussa.

Yang miris, lanjutnya, sebagaimana informasi yang beredar di media sosial, ibu hamil tersebut meninggal dunia setelah beberapa saat setelah mendapat perawatan pada fasilitas kesehatan di Desa Riring.

“Mungkin saja itu disebabkan oleh penanganannya yang terlambat, karena tidak ada akses transpoatsi,” ujar Hehanusa.

Persoalan tersebut, lanjutnya, seharusnya menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten SBB. Karena semua tanggung jawab itu ada pada mereka.

Seharusnya Pemerintah Kabupaten SBB dapat melakukan beberapa langkah darurat, dalam rangka mengambil beberapa kebijakan untuk membantu masyarakat yang ada disana.

Misalnya, dengan membentuk posko pelayanan kesehatan atau posko pembantu (Postu). Sama halnya dengan akses jalan, itu seharusnya dibangun secara bertahap menuju dusun-dusun yang belum terjangkau akses transportasi.

“Yang pasti, sebagai Anggota DPRD Provinsi Maluku Dapil SBB, hal itu tetap menjadi perhatian saya untuk terus diseuarakan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, dalam hal ini meminta deskripsi untuk melihat kondisi jalan yang ada disana. Kita berharap, ada bantuan khusus disana, yakni jalan dari Niniari menuju Desa Riring yang kurang lebih 10 kilo meter,” pungkasnya. (RHM)

Comment