by

Henahetu Kecam Oknum ASN Pemprov, Terkait Pemukulan Para Pendemo

Ambon,BKA- DPP Perhimpunan Anak Negeri Jazirah Leihitu (Hena Hetu), secara tegas mengecam aksi pemukulan yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap para pendemo yang melakukan aksi unjuk rasa di pelataran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, Senin (3/5) kemarin.

Juru Bicara Hena Hetu, Rauf Pellu mengatakan, apa yang telah dilakukan oknum ASN tersebut tidak memberikan contoh yang baik sebagai abdi negara. Sebab apa yang dilakukan para pengunjuk rasa tersebut, hanya menuntut keadilan dalam kebijakan yang diambil.

Menurut dia, apa yang sudah dilakukan onkum ASN sudah merupakan tindakan orogansi, yang secara langsung sudah main hakim senidiri dan tidak mempunyai prikemanusiaan.

“Beta (saya) mau sampaikan, orang demo saja di depan Polda dan Kodam saja, di depan instiusi kepolisian, para aparat kepolisian tidak seenaknya melakukan tindakan yang arogansi. Tapi penanganannya persuasif dan tidak ada yang brutal. Apalagi ini hanya didepan kantor pemerintah. Para ASN dengan seenaknya melakukan tindakan brutal dengan cara mengeroyok para pendemo,” tegasnya.
Secara tegas, kata Rauf, apa yang sudah dilakukan sejumlah oknum ASN itu sudah mencorong citra dari pemerintah itu sendiri, yang tindakannya sudah dianggap premanisme dan tidak perlu dicontohi.
“Orang menyampaikan pendapat didepan umum, itu sudah merupakan amanah undang-undang. Yang telah dijamim dalam pasal 28 ayat 1, bahwa warga negara punya hak untuk memberikan tanggapan didepan umum. Apalagi mereka itu ASN yang merupakan bagian dari abdi negara, sehingga tindakan seperti itu tidak dibolehkan. Yang secara langsung sudah menjatuhkan kewibawaan dan kapasitas dari Pemprov Maluku,” tandasnya.
Dia menilai, Gubernur Maluku selaku pimpinan tertinggi pemerintahan, dapat menindak tegas para oknum ASN yang terlibat dalam aksi pemukulan, dengan memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Sebab apa yang telah dilakukan para oknum ASN sudah mencoreng wibawa Pemprov Maluku dibawah Gubernur Murad Ismail,” pungkasnya. (RHM)

Comment