by

Hentihu: Ada Rp 21 Triliun Tanah Emas Timbunan Stock Fail

Minta Gunung Botak Dibuka Kembali

Ambon, BKA- Pemerintah diminta untuk membuka kembali aktifitas pertambangan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Hal itu disampaikan salah satu Anggota DPRD Maluku, Aziz Hentihu, di Baileo Karang Panjang, Rabu(30/9).

Menurut dia, saat ini, di lokasi Gunung Botak terdapat tanah timbunan emas stock fail atau yang belum dikelola, yang niliainya mencapai Rp 21 triliun.

“Memang tadi ada rapat soal pertambangan. Namun agenda subtansinya bukan membahas soal tambang emas Gunung Botak. Tapi penting untuk saya ingatkan, seiring waktu berjalan dan potensi SDM kita dan emas di kabupten saya itu, memang penting untuk secepatnya dikelola kembali,” ungkap Hentihu.

Idealnya, kata Hentihu, harus secepatnya dibuka kembali, dengan menggunakan skema atau konsep, harus ada zonasi lewat investasi swasta untuk mengkafer wilayah pertambangan yang cukup luas itu, maupun zonasi yang dikelola sebagai tambang rakyat lewat pembentukan koperasi yang melibatkan warga disekitar.

Karena sesuai data yang dimilikinya sejak masih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Buru, terdapat sekitar 7 juta kubik tanah yang mengandung emas, yang sudah diangkat dan ditimbun dilokasi stock fail.

“Ketika saya masih menjadi Ketua Dewan Buru, data yang masuk itu ada sekitar 7 juta kubik tanah timbunan emas di lokasi stock fail. Bahkan saya bersama rekan tim pansus dan SDM, langsung ke lokasi stock fail. Kita melihat langsung itu tanah timbunan yang mengandung emas,” ungkapnya.

Jumlah itu, terangnya, kalau dikalkulasi per kubik mengandung kadar emas sebanyak 20 hingga 30 Ppm lebih. Sehingga kalau 7 juta kubik, nilainya bisa mencapai Rp 21 triliun. Itu lebih besar dari APBD Maluku yang setiap tahun hanya sebesar Rp 3 triliun lebih.

Jumlah itu, katanya, belum termasuk dengan potensi emas yang terdapat di lokasi lain. Sehingga Hentihu telah berkoordinasi dengan pimpinan Komisi II DPRD Maluku, agar secepatnya mengagendakan rapat koordinasi untuk membahas persoalan tata kelola atau skema tambang emas Gunung Botak.

“Jika ini terjadi, maka dapat menghimpun tenaga kerja, dapat menaikan pendapatan kita, kemudian tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat,”yakinnya.

Memang kompleksitasnya memang agak sulit. Karena diketahui bersama, dipenghujung kepemimpinan Said Asagaaf sebagai Gubernur Maluku, tambang emas Gunung Botak ditutup hingga saat ini.

Selaku representatif masyarakat Kabupaten Buru, Hentihu berkeinginan agar secepatnya pertambangan emas Gunung Botak segera dibuka. Meskipun dalam mekanisme akan menjadi tantangan besar dalam ketentuan peraturan dan perundang-undang yang berlaku.

Sebab terhitung Juni tahun 2020, pemerintah telah mengeluarkan UU 03 tahun 2020, yang kemudian melegitimasi kewenangan yang sebelumnya itu ada di Pemerintah Provinsi, menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. (RHM)

Comment