by

Himapel Desak Kajati Segera Tangkap Hartanto Hoetomo

AMBON-BKA, Tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek Taman Kota Saumlaki telah ditahan. Tersisa satu tersangka yang belum ditahan, yakni, Hartanto Hoetomo selaku kontraktor proyek itu.

Tiga tersangka yang telah ditahan, yaitu, Wilelma Fenanlampir selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Frans Yulianus Pelamonia selaku Pengawas Lapangan, dan Agustinus Sihasale selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum KKT. Ketiga juga sementara mengikuti persidangan di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Baca: Komisi IV Minta Dikdisbud Audit SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan

Sementara itu, Hartanto Hoetomo yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku, hinggga kini belum ditahan dan telah ditetapkan sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang) Kejati Maluku.

Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Pemuda Lelemuku Kabupaten Kepulauan Tanimbar-Ambon (Himapel KKT-Ambon), Nikodemus Saulahirwan, mendesak Kejati Maluku untuk segera menangkap tersangka Hartanto Hoetomo.

Menurutnya, tersangka Hartanto Hoetomo memiliki peran penting dalam kasus dugaan korupsi yang sangat merugikan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tersebut.

“Saya pikir, jika Hoetomo ditangkap, maka sudah pasti ada titik terang untuk Kejati dalam penetapan tersangka baru dikasus itu. Saya sangat yakin itu,” ujar Saulahirwan.

Lanjutnya, akibat dari perbuatan empat tersangka itu, negara dirugikan sebesar Rp 1.035.598.220,92. Sehingga mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selain itu, Himapel KKT-Ambon akan lakukan hearing dengan Kajati Maluku, untuk mengawal dan menanyakan langsung progres penanganan sejumlah kasus dugaan korupsi di KKT.

Sesuai data yang dimiliki Himapel KKT-Ambon, selain kasus Taman Kota Saumlaki yang sementara berjalan, ada juga kasus pembangunan saluran drainase di jalan Ir. Soekarno Saumlaki tahun 2020, serta kasus pekerjaan jalan dan tunggu Amtufu Bandara Matilda Batlayeri.

Baca:
Tiga Terdakwa Taman Kota KKT Minta Dibebaskan

“Hearing yang kami lakukan nanti, hanya menanyakan progres atau perkembangan penanganan proyek yang sangat merugikan keuangan derah kami yang bertajuk Duan Lolat,” pungkas Saulahirwan.(BTA)

Comment