by

HIV/AIDS di Ambon Capai 104 Kasus

Ambon, BKA- Terhitung sejak Januari hingga Juni 2020, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Ambon mencapai 104 kasus. Dinas Kesehatan Kota Ambon mengaku, meski dalam suasana pandemi Covid-19, proses pencegahan terhadap penyakit mematikan ini terus dilakukan.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Ambon, Remes Telle, menilai, dari jumlah tersebut, belum dapat dipastikan apakah jumlah kasus HIV/AIDS untuk tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya atau tidak. Sebab, data yang masuk pada dinasnya masih untuk semester 1 tahun 2020.

“Sesuai data HIV/AIDS untuk kota Ambon, itu ada 104 kasus. Terhitung dari Januari sampai Juni 2020. Kalau mau dibandingkan apakah meningkat dari tahun sebelumnya, itu belum bisa saat ini. Karena datanya 1 semester. Tapi sebenarnya kasus itu mungkin untuk satu semester ini agak menurun. Jadi itu data dinas kesehatan,” beber Remes, kepada Beritakota Ambon, saat di temui usai rapat evaluasi dengan Komisi I DPRD Ambon, di ruang paripurna DPRD Ambon, Kamis (1/10).

Menurutnya, hasil peningkatan kasus HIV/AIDS nantinya akan kelihatan setelah akhir tahun 2020 nantinya. Dan jika dilihat dari jumlah kasus per Juni 2020, peningkatan kasus tidak seperti tahun lalu. “Peningkatan tidak lebih dari semester pada tahun lalu. Yang tahun lalu dengan tahun ini, tidak,” sebutnya.
Disinggung soal rincian kasus HIV/AIDS untuk Kota Ambon, Remes mengaku, belum melihat data pasti soal pembagian kasus HIV/AIDS di Kota Ambon. Akan tetapi, proses penanganan terhadap pencegahan kasus HIV/AIDS tetap dilakukan oleh pihaknya, meski saat ini sementara disibukan dengan penanganan Covid-19.

“Kita tetap jalan. 22 Puskesmas yang kita miliki itu terus mendeteksi soal kasus tersebut. Jadi walau Covid, kegiatan lapangan mungkin kita kurangi tapi di puskesmas tetap jalan,” tukasnya.

Ia menambahkan, stok obat antiretroviral (ARV) untuk pencegahan HIV/AIDS menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku. Yang mana ketika stok ARV untuk kota Ambon habis, maka akan dilakukan pengadaan ke Pemprov Maluku untuk penambahan stok obat tersebut.

“ARV kita stoknya di provinsi. Jadi kalau ada kasus HIV positifi itu kita dapat stok obatnya dari provinsi. Tapi pencegahan kita tetap lakukan. Dan kita juga turut dibantu oleh teman-teman di lapangan, termasuk Yayasan Pelangi Maluku. Mereka mobile turun ke lokasi. Kalau misalnya dinas kita, ada kita punya puskesmas di Passo dan Nania, itu wilayah mereka itu Rutan dan Lapas. Dan mereka rutin di sana untuk lakukan pendeteksian,” jelasnya.

Tempat yang sama, Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes menilai, dengan adanya jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Ambon yang telah mencapai 104 kasus per Juni 2020, maka perlu dilakukan pengawasan yang maksimal oleh dinas maupun stakeholder tersebut. Sehinga proses pencegahan dimaksimalkan meski dalam suasana pandemi Covid-19.

Politisi Golkar ini berharap, meski Pemerintah Kota atau Gugus Tugas sementara disibukan dengan penanganan Covid-19, namun tidak mengabaikan proses pencegahan HIV/AIDS di kota Ambon.

“Dari data yang disampaikan dinas soal 104 kasus per Juni 2020, selaku mitra kita berharap agar Dinas Kesehatan bersama stakeholder lainnya bisa lebih maksimal dalam proses pencegahan penyakit HIV/AIDS ini. Jangan sampai karena sibuk dalam menangani Covid, tapi lupa untuk memaksimalkan pencegahan terhadap HIV/AIDS. Dan kita harap, sosialisasi pencegahan HIV AIDS ini juga bisa dimaksimalkan,” harap Pormes. (UPE)

Comment