by

HMI Minta Walikota Kecam Presiden Prancis

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon mendesak Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, untuk mengeluarkan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dinilai tidak etis dan telah melecehkan ummat Islam.

Bukan hanya meminta Walikota Ambon untuk menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Emmanuel Macron tersebut, massa HMI juga meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mengeluarkan kebijakan untuk memboikot semua produk Prancis.

Desakan HMI Cabang Ambon itu disampaikan melalui aksi demo yang digelar di depan gerbang Balai Kota Ambon, Jumat (6/11).

Belum lama ini, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Agama Islam, serta mendukung pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Pernyataan itu sudah melukai hati ummat Islam di seluruh dunia, termasuk Kota Ambon. Kami meminta Walikota Ambon harus mengecam juga pernyataan itu,” pinta Koordinator Lapangan (Korlap) aksi HMI tersebut, Risman Wahab Solissa.

Menurutnya, pernyataan Presiden Prancis tersebut yang mengaitkan Islam dengan tindakan teroris di Wina, Austria, serta mendukung penerbitan karikatur Nabi Muhammad SAW merupakan sesuatu sangat tidak etis.

Untuk itu, massa HMI mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar dalam waktu dekat, bila tuntutan mereka tidak digubris oleh Walikota maupun Pemkot Ambon.

“Bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo, saja mampu mengeluarkan statement kecam Presiden Prancis. Mengapa Walikota tidak bisa. Pokoknya, kami mau produk Prancis harus di boikot. Kalau tidak, kami akan lakukan aksi besar-besaran,” tandas Solissa.

Selain menggelar aksi di depan pagar Balai Kota Ambon, massa HMI Cabang Ambon juga sempat melakukan aksi boikot jalan A. Y Patty, yang sempat menimbulkan kemacetan. Hal itu dilakukan sebagai bentuk akumulasi kekecewaan mereka terhadap Pemkot Ambon yang tidak menggubris aksi mereka. (BKA-1)

Comment