by

Ikan Tuna Produk Unggulan Kecamatan Waplau

Ambon, BKA- Sektor perikanan menjadi pilar penting dalam menopang pembangunan daerah di Kabupaten Buru. Selain sektor pertanian dan pariwisata.

Maka dari itu, Bupati Buru, Ramly Umasugi, melalui Dinas Perikanan Kabupaten Buru hampir setiap tahunnya memberikan bantuan kepada nelayan yang ada di desa-desa pesisir, untuk menopang penghasilan masyarakat nelayan.

Salah satu kecamatan yang mengadalkan sektor perikanan yakni Kecamatan Waplau, yang rata-rata merupakan nelayan Tuna.

Menurut Camat Waplau, Ir. Abdurahman Andjarang, kecamatan tersebut terdiri dari 10 desa dan satu desa persiapan. Kalau terkait dengan sumber daya alam, andalan Kecamatan Waplau yang utama itu perikanan, karena desa-desanya banyak di pesisir. Sekitar 9 desa.

“Ada desa-desa unggulan terkait dengan produk atau hasil nelayan untuk ikan tuna, kemudian untuk jenis ikan-ikan lainnya. Kemudian untuk di bidang pertanian, rata-rata kita berada dilahan kering, bukan lahan basa seperti kecamatan yang lain di Waeapo misalnya,” kata Andjarang, saat ditemui BeritaKota Ambon di Kantor Dinas PMD Kabupaten Buru, Selasa (17/11).

Dia menjelaskan, memang rata-rata hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Waplau, bahkan sampai ke Kecamatan Fena Leisela dan Air Buaya, sudah bisa dibeli oleh perusahaan yang bergerak di bidang Ikan Tuna.

“Kebetulan ada klostor yang cukup bagus di Desa Waplau dan mereka membeli seluruh hasil tangkapan Ikan Tuna dari para nelayan,” ucapnya.

Selain itu, hasil tangkapan nelayan di Kecamatan Waplau mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dari pajak yang dibayar perusahaan, yang membeli hasil tangkapan nelayan.

“Tentu untuk pendapatan daerah sudah pasti, karena perusahaan juga berkontribusi dalam penyetoran pajak atau retribusi yang sesuai dengan aturannya. Mereka harus stor setiap ekspor ikan mereka keluar dari Pulau Buru,” ungkapnya.

“Kalau untuk nelayan, sudah pasti peningkatan ekonomi mereka. Sudah pasti, karena setiap hasil yang mereka dapat itu rata-rata cukup bagus, cukup besar. Kemudian dikurangi dengan biaya operasional mereka, BBM misalnya. Kadang juga mereka melaut tidak ada hasil, besok lagi mungkin dapat hasil,” terangnya.

Dalam sistem perhitungan ekonomi nelayan, pengeluaran dan pemasukan rata-rata adalah keuntungan. Maksudnya ada kelebihan untuk ekonomi kehidupan rumah tangga mereka.

“Desa Waprea juga merupakan salah satu pusat nelayan Ikan Tuna Kecamatan Waplau, kemudian Desa Wailihang dan Desa Waplau sendiri. Tiga desa ini yang dominan. Sedangkan desa-desa yang lain ada juga satu dua nelayan yang melaut,” pungkasnya. (MSR)

Comment