by

Indisipliner, Persipura Jayapura Coret Boaz Solossa & Yustinus Pae

Tomi Mano menyayangkan sikap penggawa senior yang bertindak indisipliner setelah memberi masukan terkait pencoretan pemain muda.
Manajemen Persipura Jayapura hari ini secara resmi mengumumkan telah melepas dua pemain paling berpengaruh di dalam tim, Boaz Solossa dan Yustinus Pae, karena dianggap telah bersikap indisipliner.
Ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano mengungkapkan, awalnya mereka masih ingin membahas nasib Boaz dan Tipa, sapaan Yustinus, dalam rapat manajemen, Selasa (6/7), dan tidak ingin mengumbarnya ke publik.
Manajemen sudah sepakat untuk tidak mengumbar hal ini ke media. Banyak yang jadi pertimbangan kami saat itu, salah satunya status Bochi (sapaan Boaz) yang juga sebagai Duta PON [Papua 2021], dan saat itu sedang ramai polemik terkait ikon PON, jelas Tomi Mano melalui akun Instagram resmi klub.
Kami khawatir ada dampak lain kalau ini tersebar di media. Sesungguhnya kami tidak mau publik mengetahui hal ini, karena bukan hal yang positif. Kami tetap berusaha jaga nama baik mereka sebagai profesional. Biarlah ini menjadi konsumsi internal kami saja, kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi tim ini.
Hanya saja, tuduhan di media sosial yang menyudutkan manajemen memaksa mereka angkat bicara. Tomi Mano menyatakan, manajemen menganggap perlu memberikan klarifikasi, sehingga membuat permasalahan menjadi jelas.
Dimulai dari kejadian di Kediri waktu pencoretan salah satu pemain muda dan sanksi kepada dua pemain muda lainnya. Saat itu tim pelatih memanggil empat pemain senior (Boaz, Tipa, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy), dan meminta tanggapan mereka terkait hal indisipliner tersebut, beber Tomi Mano.
Mereka berempat sepakat untuk sanksi atas pelanggaran indisipliner. Sayangnya baru beberapa hari kemudian mereka melakukan pelanggaran yang sama. Bahkan sampai saat uji coba melawan Persita, hal itu terjadi. Ini yang membuat kami sangat kecewa.
Baru saja kami coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya? Ini seperti menampar muka kami. Manajemen seperti tidak dihargai sama sekali. Hal lain yang mengagetkan kami adalah selama ini rupanya ada upaya untuk mengajak pemain lain untuk terlibat. Ini bisa mengganggu kondisi tim.
Dengan sangat berat kami telah memutuskan untuk melepas kedua pemain, Bochi dan Tipa. Kami sangat hormati dan hargai kalian berdua, dan terimakasih atas kebersamaan selama ini. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat Tuhan menyatukan kita kembali. Kami doakan yang terbaik buat Bochi dan Tipa di klub yang baru. (INT)Tomi Mano menyayangkan sikap penggawa senior yang bertindak indisipliner setelah memberi masukan terkait pencoretan pemain muda.
Manajemen Persipura Jayapura hari ini secara resmi mengumumkan telah melepas dua pemain paling berpengaruh di dalam tim, Boaz Solossa dan Yustinus Pae, karena dianggap telah bersikap indisipliner.
Ketua umum Persipura Benhur Tomi Mano mengungkapkan, awalnya mereka masih ingin membahas nasib Boaz dan Tipa, sapaan Yustinus, dalam rapat manajemen, Selasa (6/7), dan tidak ingin mengumbarnya ke publik.
Manajemen sudah sepakat untuk tidak mengumbar hal ini ke media. Banyak yang jadi pertimbangan kami saat itu, salah satunya status Bochi (sapaan Boaz) yang juga sebagai Duta PON [Papua 2021], dan saat itu sedang ramai polemik terkait ikon PON, jelas Tomi Mano melalui akun Instagram resmi klub.
Kami khawatir ada dampak lain kalau ini tersebar di media. Sesungguhnya kami tidak mau publik mengetahui hal ini, karena bukan hal yang positif. Kami tetap berusaha jaga nama baik mereka sebagai profesional. Biarlah ini menjadi konsumsi internal kami saja, kami hargai mereka berdua sebagai bagian penting dari sejarah dan prestasi tim ini.
Hanya saja, tuduhan di media sosial yang menyudutkan manajemen memaksa mereka angkat bicara. Tomi Mano menyatakan, manajemen menganggap perlu memberikan klarifikasi, sehingga membuat permasalahan menjadi jelas.
Dimulai dari kejadian di Kediri waktu pencoretan salah satu pemain muda dan sanksi kepada dua pemain muda lainnya. Saat itu tim pelatih memanggil empat pemain senior (Boaz, Tipa, Ian Louis Kabes, Ricardo Salampessy), dan meminta tanggapan mereka terkait hal indisipliner tersebut, beber Tomi Mano.
Mereka berempat sepakat untuk sanksi atas pelanggaran indisipliner. Sayangnya baru beberapa hari kemudian mereka melakukan pelanggaran yang sama. Bahkan sampai saat uji coba melawan Persita, hal itu terjadi. Ini yang membuat kami sangat kecewa.
Baru saja kami coret pemain karena indisipliner, tiba-tiba mereka lakukan, apa maksudnya? Ini seperti menampar muka kami. Manajemen seperti tidak dihargai sama sekali. Hal lain yang mengagetkan kami adalah selama ini rupanya ada upaya untuk mengajak pemain lain untuk terlibat. Ini bisa mengganggu kondisi tim.
Dengan sangat berat kami telah memutuskan untuk melepas kedua pemain, Bochi dan Tipa. Kami sangat hormati dan hargai kalian berdua, dan terimakasih atas kebersamaan selama ini. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat Tuhan menyatukan kita kembali. Kami doakan yang terbaik buat Bochi dan Tipa di klub yang baru. (INT)

Comment