by

Insiden Mahasiswa Papua di Ambon Itu Miskomunikasi

Ambon, BKA- Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Kombes Pol. Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan, insiden yang terjadi di Asmara Mahasiswa Papua di Ambon kawasan Wayame-Poka, Kecamatan Teluk Ambon, hanya karena kesalahan komunikasi (Miskomunikasi).

“Awalnya itu mereka takut, katanya ada anggota yang datang untuk sekap,padahal itu hanya kesalahan komunikasi. Jadi pada intinya hal ini karena miskomunikasi saja,” ungkap Simatupang di Mapolresta, ketika di cegat masuk ke dalam ruang kerjanya, Selasa (2/12)

Kata dia, untuk kondisi saat ini sudah berjalan aman-aman. Dan juga para mahasiswa yang menghuni Asrama tersebut semua sudah melakukan aktifitas. “Awalnya itu,mungkin takut makanya kita ke sana memberikan penjelasan, dan saat ini mereka sudah beraktifitas. Aktifitas sudah berjalan seperti biasanya,” tandasnya.

Ditanyakan soal penyebar hoaks terkait TNI/Polri akan sekap dan dilarang keluar Mahasiswa Papua di dalam Asrama. Kata Perwira Polri tiga bunga melati itu, hal itu hanya kesalahan komunikasi.

“Kan yang diluar itu, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa,Babinsa dan juga masyarakat. Jadi ini hanya miskomunikasi.jadi intinya satu sudah memaafkan satu terkait insiden ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, beruntung dilerai gabungan personil TNI/Polri, atas postingan salah satu akun Facebook bernama Abner Holago dalam postingannya seakan Warga Wayame, Salah seorang Dosen, RT setempat dan Perangkat Desa yang mengintimidasi Mahasiswa Papua disertai dengan Video di dalam postingan tersebut.

Hal ini ketika diketahui, sejumlah kelompok dari komunitas warga Wayame, marah dan mendatangi Mess yang ditempati puluhan Mahasiswa Papua.

Kasubbag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Izack Leatemia,kepada Wartawan mengatakan, kejadian ini dipicu dengan adanya kedatangan salah satu warga Aboru ke dalam Asrama Mahasiswa Papua.

Selanjutnya, lanjut dia, pihak TNI Polri Melakukan kordinasi dengan Pejabat Desa Wayame, RT setempat serta Perangkat Desa Wayame untuk menyambangi di Mess Mahasiswa Papua dengan tujuan menemui warga tersebut.

“Pukul 21.50 Wit Pejabat Desa Wayame beserta Staf tiba didampingi Oleh Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Wayame untuk sambang dan menanyakan identitas yang berkunjung ke Kontrakan Papua. Disitu, terjadi penolakan dari Mahasiswa Papua yang berada di dalam Mess sambil membuat video provokatif seakan akan mereka dikepung oleh TNI-Polri,” jelasnya.

Kata dia, selain itu, karena ada Mahasiswa Papua yang menyebarkan berita Hoaks melalui akun Facebook, membuat warga Wayame marah dan mendatangi asrama Mahasiswa tapi kemudian di tangani secara cepat oleh personil Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, dibantu Polsek Teluk Ambon.

“Untuk menjaga situasi keamanan di sekitar lokasi tersebut personil Polsek Teluk Ambon berjaga jaga di sekitar lokasi mess Mahasiswa Papua untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya tindakan pelemparan dan penyerangan kembali oleh masyarakat Desa Wayame,”pungkas Leatemia.(SAD)

Comment