by

IPR Kado Ramly Umasugi untuk Masyarakat

beritakotaambon.com – Perjuangan Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, agar Pemerintah Pusat menerbitkan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) untuk tambang emas ilegal Gunung Botak, segera terwujud.

Menurut Ramly, IPR dalam pengelolaan tambang emas Gunung Botak, akan menjadi kado terindah kepada masyarakat Kabupaten Buru diakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Buru, sesuai janji Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Iya, IPR dalam waktu singkat sesuai dengan janji pak Dirjen, akan dilaksanakan,” ungkap Ramly, kepada BeritaKota Ambon, di Kantor Bupati Buru, Rabu (13/10).

Bupati Buru dua periode itu memang selama ini terus berjuang, agar pemerintah pusat menerbitkan IPR dalam pengelolaan tambang emas gunung Botak, yang berada di Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata.

Baca juga: Ramly Umasugi Bawa Pemkab Buru Raih Puluhan Penghargaan

“Iya, itu (IPR tambang emas Gunung Botak) merupakan legasi saya kepada masyarakat di Kabupaten Buru,” ujar Ramly.

Disinggung terkait pertemuan antara Ramly Umasugi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, di VVIP Room Bandara Internasional Pattimura Ambon, Kamis (7/10) lalu, ungkapnya, Presiden RI Joko Widodo berharap agar Gunung Botak menjadi tambang rakyat percontohan di Indonesia.

“Beliau (Luhut) cuman mendorong, supaya cepat diselesaikan (IPR tambang emas Gunung Botak), karena pak Presiden akan sangat berharap ada model, role model penanganan Gunung Botak, itu sebagai role model tambang rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Hari Ini Rapat Pembahasan IUP dan WPR Gunung Botak dan Gogorea

Role model yang dimaksud seperti apa, Ramly menambahkan, role model tambang rakyat Indonesia yang ramah lingkungan.

“Aman, lingkungan tidak tercemar, masyarakat sejahtera dan daerah dapat uang,” pungkasnya. (MSR)

Baca juga: Polnam Siap Dukung Pariwisata Maluku

Comment