by

Irene Kharisma, Grand Master Wanita Pertama Indonesia

Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar marah dengan perilaku Dadang Subur atau Dewa Kipas yang dianggap telah merusak citra positif yang telah dibangun oleh pecatur Indonesia.

Irene melalui surat terbuka mengungkapkan kegundahan hatinya soal polemik kemenangan Dewa Kipas atas pecatur Amerika Serikat, IM Levy Rozman yang menggunakan nama GothamChess dalam pertandingan catur online di Chess.com.

Usai kemenangan atas GothamChess, akun Dewa Kipas dibanned oleh Chess.com karena dianggap telah melakukan kecurangan. Meskipun, Dewa Kipas telah membantah jika ia berbuat curang saat menang atas GothamChess.

Menurut Irene, kejadian ini sudah merugikan banyak pihak dan tidak sebanding dengan rasa malu yang diterima Irene dan teman-teman pecatur yang selama ini telah menjaga nama baik cabang olahraga ini di dunia.

Irene Kharisma Sukandar, 28 tahun, adalah seorang pecatur Indonesia pertama yang berhasil menyandang gelar Grand Master Internasional Wanita (GMIW) mulai Desember 2008.

Wanita yang lahir di Jakarta pada 7 April 1992 ini telah mewakili Indonesia dalam empat Olimpiade Catur: 2004, 2006, 2008 dan 2010. Hasil terbaiknya diraih di Calvia, Spanyol pada 2004, saat usianya masih dua belas tahun. Di mana, dia memenangkan medali perak.

Irene juga pernah merebut dua medali perak saat menjadi wakil Indonesia pada SEA Games Vietnam pada 2003.

Bahkan, saat berusia 20 tahun, Irene telah mengukir sejarah sebagai pecatur wanita pertama Indonesia yang meraih juara di Asian Continental Chess Championship kategori women standard chess. Kejuaraan tersebut menjadi ajang kualifikasi Kejuaraan Dunia Catur Wanita.

Irene pun lolos ke Kejuaraan Dunia Catur Wanita 2015 dan menjadi pecatur putri Indonesia pertama yang tampil dalam kejuaraan tersebut.

Pada tahun 2005, Irene juga pernah menerima penghargaan Parama Krida Pratama dari Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Setahun kemudian, Irene terpilih sebagai Atlet Harapan Indonesia Terbaik pada Indonesian Sports Award 2016. Pada tahun yang sama, Irene juga mendapat penghargaan Atlet Wanita Berprestasi Internasional dari PERWOSI (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia).

Tahun 2008, Irene juga pernah memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia sebagai Wanita Pertama Indonesia yang bergelar Grand Master Wanita. Dan, pada tahun 2009, Irene memperoleh penghargaan Atlet Putri Terbaik Indonesia di Anugerah Atlet Olahraga Indonesia. (INT)

Comment