by

ISDAT Hadir Lestarikan Budaya di Maluku

Ambon, BKA- Guna melestarikan kebudayaan, organisasi Istana Adat (ISDAT) kini hadir sebagai wadah untuk anak adat di Maluku dapat berkreasi dalam mengembangkan kebudaayaan.

“Jadi ini soal budaya, sehingga ISDAT hadir di Maluku. Dimana budaya di Indonesia, khusus di Maluku, ada yang sudah mulai hilang. Salah satunya adalah bahasa daerah yang sudah mulai terkikis habis dan mulai hilang sedikit demi sedikit. Tujuan ISDAT hadir untuk angkat kembali serta mengembangkan itu,” ungkap Ketua ISDAT Maluku, Atje Niunifat, kepada wartawan, Minggu, (17/1)
Menurut dia, ISDAT akan hadir ke seluruh pelosok negeri, untuk mengembangkan budaya pada masing-masing daerah. Pasalnya, di Maluku sendiri ada begitu banyak ciri khas budayanya yang harus terus dilestarikan. Sehingga ISDAT perlu terbentuk hingga tingkat Kecamatan, bahkan di desa-desa.

“ISDAT Maluku sudah terbentuk, dan akan dilantik pada bulan Februari. Setelah itu, kita akan fokus untuk hadirkan ISDAT di 11 Kabupaten/Kota hingga tingkat Kecamatan. Dengan harapan, kedepannya kita bangkitkan kembali budaya-budaya yang ada di seluruh daerah Maluku. Bahwa, ada begitu banyak peninggalan orang tua adat yang mulai hilang. Untuk itu, perlu kerja kita semua melalui istana adat untuk mengumpulkan data-data untuk dikembangkan agar lebih kenal, bahkan juga bisa di manfaatkan sesuai peraturan perundang-undangan,” paparnya
Semua hal tersebut, kata dia, dilakukan untuk membantu pihak pemerintah melestarikan kebudayaan Indonesia. Sehingga ISDAT yang adalah organisasi nasional ini, perlu hadir hingga semua pelosok negeri melestarikan budaya daerah.

“Kita ini anggap saja sebagai pembantu pemerintah untuk kembangkan budaya. Jadi ketika di semua Kabupaten/Kota, bahkan kecamatan ISDAT sudah terbentuk. Selanjutnya kita mulai fokus untuk kembangkan budaya yang ada di masing-masing daerah. Semoga lewat kehadiran ISDAT, budaya di Maluku tetap dilesatarikan dan dikembangkan.” Harap Atje. (LAM)

Comment