by

Isu Kontroversi Dibantah Walikota

Ambon, BKA- Jelang perayaan Natal 25 Desember dan Tahun 2021, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menegaskan, tidak ada kontroversi antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan Kota Ambon terkait kebijakan protokol Covid-19 yang telah dikeluarkan.

“Tidak ada kontroversi antara Pemprov dan Pemkot Ambon, dalam menghadapi acara Natal dan Tahun Baru,” sebut Richard, kepada wartawan di Ambon, Senin (21/12).

Walikota dua periode ini mengaku, ada kesalahpahaman terkait pernyataan Gubernur Maluku, Murad Ismail tentang rencana Pemprov Maluku yang akan melaksanakan kegiatan di tribun Lapangan Merdeka Kota Ambon, pada malam perayaan Natal dan Tahun Baru nanti.

“Maksud pak Gubernur itu, nanti kita semua duduk di Tribun Lapangan Merdeka, kemudian secara bersama kita melakukan monitor terhadap perkembangan situasi,” terangnya.
Intinya, ungkap Richard, Walikota akan selalu patuh terhadap apa yang sudah menjadi kebijakan Gubernur Maluku. “Yang pasti kebijakan Gubernur itu, tentu akan ditaati oleh walikota. Pak Gubernur Maluku, tidak bermaksud untuk membuat pesta dimasa pandemi,” ucapnya.

Richard menjelaskan, Pemkot dan Pemprov, dalam waktu dekat akan duduk bersama untuk membahas situasi situasi jelang Natal dan Tahun Baru. Kemudian melakukan pengecekan langsung ke tempat ibadah, terkait Protokol Kesehatan.

“Kita semua akan duduk, bersama dengan forkopimda. Kemudian pada jam-jam tertentu kita akan keliling mengecek situasi. Lalu, jika sudah jam 12.00 Wit malam, langsung kita bubar,” beber dia.

Namun, lanjut Richard, perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini, akan sesuai dengan Surat Edaran yang telah Ia keluarkan. Yakni tentang kesederhanaan saat peryaan Natal dan Tahun Baru. “Sebab, langkah ini, untuk mencegah tingkat penularan Covid-19 saat Natal dan Tahun Baru tiba,” pesannya. (BKA-1)

Comment