by

Izin Perjalanan Dikeluarkan Jika RDT Non Reaktif

Ambon, BKA- Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Muhammad Malawat, mengungkapkan, izin perjalanan hanya dapat dikeluarkan jika hasil Rapid Diagnostic Test seseorang non reaktif.

Penegasan itu sesuai hasil rapat bersama Dishub Provinsi Maluku dengan Kantor Syhabandar Otoritas (KSOP) Kelas I Ambon dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Ambon.

Malawat mengatakan, nantinya semua penumpang penyeberangan, baik pada pelabuhan Ferry Galala, Hunimua dan Wai, diwajibkan mengurus surat keterangan/rapid tes terlebih dahulu.

“Setelah mendapatkan hasil rapid test non reaktif dengan masa berlaku 3 hari seseuai ketentuan, barulah mereka bisa mengurus surat keterangan izin perjalanan,” ujarnya, Sabtu (6/6).

Surat perjalanan setiap calon penumpang akan diverifikasi kembali oleh tim Gugus Tugas (Gustu) yang ada di pelabuhan, setelah itu dilakukan supervisi untuk ketersediaan tempat bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan.

Setelah calon penumpang mendapatkan tempat, baru proses pembelian tiket bisa dilakukan dengan menunjukan dokumen izin perjalanan yang sudah dikantongi.

Pemberlakukan izin perjalanan, lanjut Malawat, bukan hanya berlaku bagi penumpang dari Ambon menuju daerah tujuan, tapi juga diberlakukan bagi penumpang tujuan Ambon, yang dokumenya dikeluarkan dari tim Gustu masing-masing daerah.

Khusus bagi daerah yang sudah memiliki fasilitas rapid tes, lanjutnya, diwajibkan melakukan rapid test. Namun bagi daerah yang belum memiliki fasilitas itu, harus mengantongi surat keterangan kesehatan tidak mempunyai gejala Covid-19.

“Sampai sejauh ini, tidak ada pelanggaran yang dilakukan. semua aktivitas pelayaran akan dilakukan sesuai protap kesehatan yang dikeluarkan Gustu,” pungkasnya. (BKA-1)

Comment