by

Jaksa Agendakan Garap Dua Saksi, Terkait Kasus Satpol PP Bursel

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru terus mengincar pelaku yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pengadaan pakaian dinas pegawai dan Linmas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buru Selatan (Bursel), tahun anggaran 2015, 2018 dan 2019.
Kini penyidik Kejari Buru kembali menjadwalkan pemanggilan dua orang saksi dalam kasus ini untuk dilakukan pemeriksaan pada pekan ini.

Kepala Seksi Intelejen (Kasi Intel) Kejari Buru, Azer Jongker Orno mengaku, pihaknya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur CV Waikibo. Karena pemilik perusahaan tersebut berkeinginan untuk mengembalikan kerugian keuangan negara dalam kasus ini.

“Kasus Satpol PP Bursel masih jalan kan. Oleh karena itu, ada agenda pemanggilan untuk pemilik CV Waikibo yang berinisial YT untuk dimintai keterangan kembali. Karena yang bersangkutan (YT) ingin mengembalikan kerugian,” beber Orno, kepada BeritaKota Ambon, Rabu (21/4).

Selain itu, Orno menjelaskan akan diperiksa dilakukan pemeriksaan terhadap seroang pewangi Satpol PP Buru Selatan pada tanggal 23 April 2021 mendatang.
“Ada lagi diagendakan orang dari dinas yang mau dipanggil Jumat besok, ada agenda pemeriksaan hari Jumat lagi untuk YT salah satu pemilik perusahaan dan AL selaku orang dinas pewangi,” ujar dia.

Saat disinggung terkait penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara ratusan juta rupiah ini, kata dia, hal tersebut bisa dilakukan setelah penyidik Kejari Buru sudah memiliki dua alat bukti yang cukup.

“Nanti lah ketika penyakit menganggap materinya sudah cukup berarti sudah bisa melakukan gelar perkara untuk ekspose penetapan,” tuturnya.
Ia menambahkan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi ini masih akan saksi yang akan mengembalikan kerugian keuangan negara dalam kasus ini, karena sebelumnya sudah ada pemilik perusahaan dari CV Yusat Afandi mengembalikan uang dari pengadaan tersebut.
Sementara Direktur CV Yusat Afandi, berinisial AA juga pernah diperiksa oleh jaksa penyidik Prasetya Nugraha. “Yang Rp 2 juta itu dari Direktur CV Yusat Afandi, berinisial AA itu free pinjam pakai perusahaan. Terus masih ada lagi vendor yang mau mengembalikan uang,” kuncinya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buru, Muhtadi, mengatakan, sudah ada nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah tersebut.
Sementara untuk nama calon tersangka tersebut, katanya, tentu didapat dari keterangan saksi, saat diperiksa oleh penyidik Kejari Buru.

“Calon tersangka sudah ada dari keterangan saksi-saksi. Sudah mengerucut ke nama tertentu. Sudah kita kantongi namanya, yang dianggap bertanggung jawab dan memiliki niat jahat untuk mengeruk keuntungan yang tidak sah. Itu sudah dari keterangan saksi, alat bukti-bukti yang kita sita di perkara itu, juga sudah ada,” kata Muhtadi, kepada BeritaKota Ambon, diruang kerjanya, Kamis (8/4).

Namun saat disinggung terkait sudah berapa orang calon tersangka yang dikantongi Kejari Buru saat ini, kata dia, itu berdasarkan keterangan dan alat bukti yang telah diterima penyidik Kejari Buru, untuk sementara satu orang. Tapi tidak menutup kemungkinan, akan ada calon tersangka lain dalam kasus itu.

“Iya, minimal satu orang dulu lah. Minimal satu orang untuk yang lainnya menyusul, karena kerugian negaranya kita pertimbangkan. Karena kita akan mencari orang yang paling bertanggung jawab,” ujar Muhtadi. (MSR)

Comment