by

Jaksa Akan Ekspos Berkas Korupsi ADD Haria

Ambon, BKA- Kejaksaan Negeri Ambon Cabang Saparua telah menjadwalkan ekspos perkara kasus dugaan korupsi penyalahgunaan ADD dan DD Haria, tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar lebih.

Kacabjari Saparua, Ardy, yang dihubungi BeritaKota Ambon mengungkapkan, tim penyelidik telah selesai melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara ini.

Tahap selanjutnya, tim akan melakukan ekspos terhadap kasus tersebut. “Ekspos bakal digelar di Kantor Kejari Ambon. Rencananya akhir bulan ini atau awal bulan Desember,” ungkap Ardy, pekan kemarin.

Dari agenda ekspos tersebut, katanya, nanti akan diketahui, apakah kasus ADD dan DD Haria ada indikasi korupsi di dalamnya ataukah tidak. “Ekspos supaya kita bisa ketahui, apakah naik penyidikan atau tidak,” bebernya.

Memang akuinya, dugaan indikasi korupsi memang ada. Tapi tidak bisa disampaikan, kalau masih dalam tahap penyelidikan.
“Karena masih penyelidikan, jadi tidak bisa kita bicara dulu. Tunggu naik dik (penyidikan) melalui ekspos dulu. Dan pada prinsipnya, buktinya kuat,” pungkasnya.

Data yang dihimpun koran ini berdasarkan pengakuan Kacabjari Saparua, Ardy, tim penyelidik sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Negeri Haria.

Bahkan dari sejumlah bukti yang diperoleh tim Korps Adyaksa itu, banyak temuan mark-up dalam mengadaan item-item pekerjaan fisik pembangunan di desa tersebut.

Dari pemeriksaan awal, tim penyelidik sudah memeriksa beberapa pihak terkait. “Jadi kita sudah periksa beberapa orang pihak terkait, ini kan masih penyelidikan awal jadi kita belum bisa buka-bukaan,” ungkap Ardy di Pengadilan Negeri Ambon, pada 23 September lalu.

Kata dia, pengusutan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat setempat. Dari laporan itu, ada sejumlah laporan pertanggungjawaban item-item pembangunan di desa tersebut yang diduga di mark-up.

Misalnya, pekerjaan lapangan volly, pekerjaan jalan di lingkungan, pembangunan PAUD, jambanisasi, rumah layak huni, dan pemberdayaan.

“Semua item-item pekerjaan itu diduga di mark-up, jadi sekarang kita lagi selidiki dengan memeriksa pihak-pihak terkait dulu,” jelasnya.

Terpisah, salah satu sumber jaksa, menuturkan, Raja, Sekretaris dan Bendahara Negeri Haria, diduga menjadi orang yang paling mengetahui langsung kasus ini.

Namun untuk memastikan itu, harus dilakukan serangkaian penyelidikan. Hal ini penting untuk mengetahui titik terang dari pengusutan kasus ini.

“Raja Negeri Haria Jacob Maikel Manuhutu, Sekertaris Leo Manuhutu dan Bendahara Yosep Souhoka, diduga orang yang lebih mengetahui terkait anggaran ADD dan DD ini, karena ketiganya mengelola uang miliaran ini,” pungkas sumber itu.(SAD).

Comment