by

Jaksa Akan Layangkan Surat Ketiga Kepada BPKP, Terkait Audit Kasus Irigasi Sariputih

Ambon, BKA- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Malteng akan kembali melayangkan surat kepada BPKP Perwakilan Maluku-Malut, untuk mempertanyakan perkembangan audit kasus dugaan tindak pidana korupsi Irigasih di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Maluku Tengah.

Surat yang rencananya akan dilayangkan tersebut, ungkap Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, merupakan surat ketiga kepada BPKP, dengan materi yang sama.

“Dalam waktu dekat, saya akan surati lagi BPKP. Hal ini kita lakukan demi mempercepat penyidikan kasus ini, karena memang BPKP terkesan lambat dalam menghitung kerugian negara,” Asmin, kepada Beritakota Ambon melalui selulernya, Kamis (7/1).

Surat tersebut dilayangkan, mengingat perkembangan penyidikan dalam perhitungan nilai kerugian keuangan negara pada kasus dugaan korupsi tersebut belum juga kelar dari tahun 2020 hingga awal 2021 ini.

Kata dia, surat yang diteken untuk dikirim ke lembaga auditor tersebut telah ditandatangani Kajari Malteng, Juli Isnur. Sehingga dalam waktu dekat, surat tersebut sudah di kirim BPKP. “Pak Kajari baru saja tandatangan surat. Dan mungkin dalam minggu ini, saya sudah bawa surat ini ke BPKP di Ambon,” ungkapnya.

Menurut jaksa yang memiliki dua bunga melati di pundak itu, sebelumnya, pihaknya telah dua kali menyurati BPKP. Kalau ditamah dengan surat yang akan dikrim nanti tersebut, berarti untuk yang ketiga kali.

Materinya sama, yakni, meminta perkembangan perhitungan kerugian negara dalam perkara yang menyeret lima orang tersangka tersebut.
“Harapan saya, semoga hasil audit cepat kita terima, untuk ditindaklanjuti ke persidangan,” pungkasnya.

Penyidikan kasus dugaan korupsi Irigasih di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tahun 2017 senilai Rp 2 miliar lebih ini dibilang hampir rampung.

Pasalnya, berkas perkara yang menyeret lima orang tersangka, masing-masing, Ahmad Litiloly selaku PPTK, Markus Tahya selaku pembantu PPTK, Yonas Riuwpassa selaku Dirut CV Surya Mas Abadi, Benjamin Liando selaku peminjam perusahan atau kontraktor, serta Megy Samson selaku KPA, sudah dilakukan tahap I.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Malteng, Asmin Hamja, berkas perkara kelima tersangka itu sudah dinyatakan lengkap, dan sudah dilakukan Tahap I ke JPU untuk diteliti.

Namun masih kurang satu alat bukti, yakni, hasil audit nilai kerugian keungan negara dari BPKP Perwakilan Maluku dan Malut. ”Hasil audit saja yang menjadi alat bukti, yang kita tunggu. Makanya saya bilang masih kurang satu alat bukti,” ungkap Asmin, ketika ditemui di halaman Kantor Pengadilan Negeri Ambon, 9 Oktober 2020 lalu.
(SAD).

Comment