by

Jaksa Didesak Tuntaskan Kasus Cold Storage

Ambon, BKA- Proyek Cold Storage yang diduga bermasalah, milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yang dibangun di Desa Lebelau, Kecamatan Kisar Utara, sampai kini belum juga ada titik terang diusut Kejari MBD.

Terhadap hal itu, praktisi hukum di Maluku, Jack Wenno, mendesak Kejari MBD untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Sebab mereka telah melakukan On The Spot ke lokasi cold storage.

“Sebagai praktisi hukum, kita mendesak agar Kejari MBD segera tuntaskan kasus ini. Karena jelas-jelas, itu amburadul dan tidak dinikmati masyarakat,” sebut Wenno, Minggu (21/2).

Menurut Weno, sejumlah alat bukti sudah dikantongi Kejari MBD. Maka dari bukti tersebut, secepatnya melakukan melakukan penyelidikan awal.

“Jaksa harus usut. Minimal lakukan penyelidilan awal, itu jauh lebih penting,” bebernya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, mengatakan, terhadap kasus tersebut belum dilakukan penyelidikan. Karena kekurangan tenaga jaksa.

“Belum ada Kasi Pidsus di MBD. Makanya kita tunda sebentar dulu. Tapi kalau sudah ada Kasi Pidsus, pastinya kasus ini diusut segera mungkin,” jelas Lawalata.

Sebelumnya diberitakan, satu proyek cold storage milik Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), tepatnya di Desa Lebelau, Pulau Kisar, Kecamatan Kisar Utara, mulai diusut Kejaksaan Negeri MBD.

Kepastian pengusutan kasus ini, setelah Kejaksaan melakukan On The Spot ke lokasi proyek di Desa Lebelau. “Kita pantau, memang proyeknya ini amburadul. Bayangkan, kalau proyek dibangun sejak tahun 2015 sampai kini tidak ada manfaat. Kasihan tidak, uang negara yang dipakai percuma,” ungkap sumber jaksa yang menolak namanya dikorankan, kepada Beritakota Ambon, 25 Januari lalu.

Menurutnya, kejaksaan tidak pernah diam dalam pengusutan kasus ini. Sebab berdasarkan pengakuan warga, proyek ini sejak dikerjakan tidak dapat dimanfaaatkan sampai sekarang ini.

Padahal proyek tersebut dianggarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melalui usulan dari Dinas Perikanan MBD tahun 2015 senilai Rp 1 miliar lebih.

Yang memenangkan tender proyek tersebut, yakni, salah satu kontraktor ternama di Kota Tiakur. Namun diduga yang bersangkutan pakai bendera lain untuk mengerjakan proyek itu.

“Indikasinya proyek ini dikerjakan kontraktor ST. Dia ini punya proyek cold storage untuk pembuat es balok pengawet ikan ada dua bermasalah juga. Saat ini sedang diusut Kejari MBD,” bebernya.

Kasi Intel Kejari MBD, Richard Lawalatta, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, untuk pengusutan kasus dugaan korupsi pembangunan satu unit cold storage, yang dibangun di Desa Lebelau, Kecamatan Kisar Utara, saat ini penyidik sudah mengumpulkan bukti, berupa dokumen kontrak.

“Dokumen kontrak yang kita sudan ambil. Tapi penyelidikan belum jalan. Tunggu saja,” tandasnya.(SAD).

Comment