by

Jaksa Diminta Lirik Soal Listrik Desa Pasir Putih

BURU-BKA, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru diminta untuk segera melirik persoalan listrik yang hampir dua tahun belum dialiri bagi masyarakat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

Penegasan ini disampaikan Presiden Mahasiswa Universitas Iqra Buru, Ateng Facey, dalam Dialog Kebangsaan sambut HUT Kemerdekaan RI ke 76 tahun, dengan tema “Mendamba Keadilan dan Kemanfaatan Hukum”, Minggu (15/8).

“Masyarakat di Kecamatan Kepala Madan, Desa Pasir Putih, ada 578 rumah warga itu juga butuh keadilan dan kemerdekaan pada saat ini. Karena belum dialiri listrik atau belum nyala sampai saat ini. Kami meminta kepada Kejari Buru untuk melirik persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Desa Pasir Putih,” pinta Ateng.

Pernyataan aktivis HMI Cabang Namlea, ini diperkuat oleh Plt Ketua KNPI Buru, Abdi Wael yang disampaikan kepada Kajari Buru, Muhtadi.

Baca juga: Amankan Pasokan Listrik Di HUT RI, PLN Siagakan 607 Personil

Menurutnya, keadilan tidak dilihat berdasarkan aspek prosudural saja, tapi harus dilihat pada aspek kontribusi sosial kemasyarakatan. Maka hakikat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan warga Desa Pasir Putih, perlu mendapatkan energi listrik PLN dari PT PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara, Rayon Namlea, Ranting Air Buaya untuk mewujudkan rasa keadilan tersebut.

“Mengingat dari tahun 2019 tiang PLN sudah berdiri, namun instalasi kabel belum juga dilanjar dari tanah besar ke Pulau Pasir Putih. Menurut kajian kami HMI Cabang Namlea, seolah di tahun 2019 lalu pihak PLN membawa segumpal gula-gula (permen) dan dilemparkan kepada masyarakat Desa Pasir Putih, sehingga masyarakat hati warga desa terasa senang. Gula -gula yang kami maksud adalah tiang PLN, namun sampai sekarang 2021 belum ada tanda-tanda percikan cahaya dari pihak PLN,” tuturnya.

Pria asal Kepala Madan ini mengaku heran, jika pemerintah dan stakeholder lainnya mengabaikan persoalan listrik di Desa Pasir Putih. Karena anak sekolah membutuhkan listrik untuk belajar di malam hari.

“Bukankah adik-adik kita susah belajar, nelayan kita mengalami kerugian, sebab es untuk mengawetkan ikan tidak ada. Ibu bapak kita resah dengan hidup dalam gelap gulita, hanya lampu pelita sebagai penerang terbatas,” ungkapnya.

Ateng berharap, Kejari Buru meninjau proyek pendirian tiang dan kabel PLN di Desa Pasir Putih dalam waktu dekat.

“Sehingga keluh kesah masyarakat dapat terjawab oleh pihak PLN secepat mungkin dan menjadi kado dalam HUT Kemerdekaan Indonesia pada tahun ini,” harapnya. (MSR)

Comment