by

Jaksa Diminta Pelajari Permohonan Bebas Odie Orno

beritakotaambon.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mulai mempelajari permohonan bebas, yang diajukan tim kuasa hukum tersangka Desianus Orno.

Permohonan itu diserahkan tim kuasa hukum tersangka Desianus Orno, pada sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan speedboat di Dinas Perhubungan Kabupaten MBD, di Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (31/8).

Pantauan Beritakota Ambon, saat sidang perkara pidana tersebut dibuka Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan, langsung diinterupsi oleh tim kuasa hukum Odie Orno, Henry Lusikooy.

Henry mengatakan, persidangan perkara tersebut tidak bisa dilanjutkan, karena tersangka Odie Orno sudah menang Praperadilan di Pengadilan Negeri Ambon, 30 Agustus 2021. Sehingga unsur formil sudah perkara itu tidak terpenuhi.

“Yang mulia, sidang ini tidak bisa kita lanjutkan, karena sidang Pra Peradilan terhadap status tersangka sudah tidak lagi melekat pada tersangka. Karena hakim sudah mengabulkan permohonan Pra Peradilan kami yang mulia,” ujar Lusikooy, kepada Ketua Majelis Hakim.

Baca juga: PSDKU Unpatti MBD Wisudakan Sarjana dan Magister

Namun permintaan kuasa hukum Desianus Orno, tidak dihiraukan Ketua Majelis Hakim. Bahkan Jaksa Penutut Umum (JPU) diminta untuk tetap membacakan dakwaan terhadap Odie Orno Cs.

Usai JPU membacakan dakwaan, Hakim meminta kepada kuasa hukum membacakan permohonan bebas tersangka. Kemudian meminta agar JPU mempelajari isi permohonan kuasa hukum Odie Orno.

Sidang kemudian ditunda hingga 7 September 2021, dengan agenda jawaban JPU atas permohonan yang diajukan kuasa hukum Odie Orno.

“Nanti jaksa mempelajari dulu, apa saja maksud dari permohonan tim kuasa hukum. Sidang kita tunda Selasa pekan depan, dengan mendengar jawaban jaksa,” pungkas Pasti Tarigan.

Baca juga: Status Tersangka Oddie Orno Dicabut

Untuk diketahui, kasus ini, Ditreskrimsus Polda Maluku menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah, mantan Kadis Perhubungan MBD Desianus Orno alias Oddie Orno, Kontraktor Pengadaan Barang Margareth Simatauw, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Rico Kontul.(SAD)

Comment