by

Jaksa Diminta Usut ADD Kota Siri

Sejak laporan kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017-2019, di negeri Kota Siri, Kecamatan Gorom Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), masuk di kantor Cabang Kejari SBT di Geser, sampai kini kejaksaan belum juga melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.
Padahal, laporan tersebut sudah dimasukan sejak 24 Februari 2021 lalu. Untuk itu, masyarakat negeri Kota Siri meminta agar ada tindaklanjut penyelidikan dari laporan tersebut.

“Kita minta laporan yang sudah kita masukan itu harus diusut kejaksaan, karena laporan itu bukan data abal-abal, tapi itu fakta yang benar-benar terjadi di lapangan dan dirasakan masyarakat,” ungkap dua pemuda Kota Siri Muhatir Lulang dan Ajid Rumbouw di Ambon, Senin, (24/5).

Kata keduanya, karena kejaksaan sampai kini belum menindaklanjuti laporan mereka, maka dalam waktu dekat,pihaknya akan melayangkan surat kepada Kajari SBT di Bula untuk mempertanyakan hal ini.

“Rencananya kita akan kirim surat ke Kejari pertanyakan hal ini,dalam waktu dekat ini,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Cabang Kejari SBT di Geser, Eckhart Palapia mengatakan, untuk saat ini laporan ADD dan DD Kota Siri belum ditindaklanjuti karena ada sejumlah laporan yang dilaporkan sejak awal yang harus diselesaikan lebih dulu.

“Ada sekitar 7 laporan yang masuk ke kantor kejari Cabang Geser, sekarang ini kita sedang tangani dulu kasus yang sudah naik penyidikan misalnya ADD Rarat. Setelah itu penetapan tersangka, barulah kita lakukan pemeriksaan atau penyelidikan di ADD Negeri Kota Siri. Untuk itu, kita minta agar masyarakat berikan waktu ke kita untuk bekerja. Sebab, pada prinsipnya, setiap laporan yang masuk pasti ditindaklanjuti sesuai dengan UU yang berlaku,” tandas Palapia.

Sebelumnya diberitakan, Dua pemuda negeri Kota Siri yakni,Muhatir Lulang dan Ajid Rumbouw mewakili masyarakat negeri kota Siri kepada Beritakota Ambon mengatakan, masyarakat mengharapkan Kecabjari Geser melakukan penyelidikan terhadap kasus ini.

Pasalnya, laporan terkait dugaan penyalahgunaan ADD dan DD tersebut, sudah dimasukan ke kator korps adhyaksa itu.
“Kita berharap Kecabjari Geser dapat menindaklanjuti laporan kami. Karena memang ini temuan korupsi yang besar-besaran di dalam negeri kita,” ungkap keduanya di Pelataran Pengadilan Negeri Ambon, Kamis,8 April 2021 lalu.

Menurutnya, dari temuan dilapangan, indikasi penyalahgunaan korupsi yang dilakukan kepala desa kota Siri diduga mencapai ratusan juta.
“Temuan kita banyak kegiatan yang fiktif dilapangan. Indikasinya terjadi kerugian uang negara mencapai Rp. 600 juta lebih,” ujarnya.

Dia mengaku, dari hasil investigasi di lapangan, ADD dan DD Negeri Kota Siri yang dikucurkan pemerintah sejak tahun 2017-2019 untuk kepentingan pembangunan dalam negeri. Hanya saja, yang terjadi dilapangan, banyak item kegiatan bersumber dari ADD dan DD tersebut dikerjakan fiktif.

Misalnya,kegiatan rehabilitasi Balai Desa yang sampai kini terbekalai, pengadaan 18 unit rumah miskin untuk masyarakat masih terbengkalai, anggaran PAUD tidak diberikan kepada yang menerima, pembayaran insentif kepada perangkat desa diberi hanya ikut suka-suka oknum kepada desa.

Selian itu, pengadaan Smen kepada masyarakat miskin tahun 2017 harus 30 sak per Kepala Keluarga (KK). Tapi realisasi hanya 15 sak per KK.
“Sementara di tahun 2018, pengadaan smen untuk 158 KK yang ditotalkan per KK mendapat 30 sak, terealisasi hanya 21 sak smen. Bukan hanya itu, masih ada sejumlah intem kegiatan diduga fiktif dilakukan dengan ADD dan DD tersebut,” bebernya.(SAD)

Comment