by

Jaksa Diminta Usut PT Sinar Mas Perkasa Sejati

beritakotaambon.com – Fraksi PDI-P DPRD Maluku, secara tegas meminta pihak kejaksaan untuk segera memeriksa Bos PT Sinar Mas Perkasa Sejati, Handoko sebagai kontraktor yang mengerjakan proyek jalan Hotmix asal-asalan di kawasan Batu Tagepe, dekat tanjakan 2000, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.

Proyek sepanjang 900 meter dengan nilai mencapai Rp 2 miliar lebih ini, diduga dikerjakan asal-asalan diluar perencanaan. Pasalnya, perbaikan jalan tersebut hanya ditempel dengan aspal setebal sekira 3 cm. Sehingga mulai terkupas dan rusak parah. Padahal masih dalam masa pemeliharaan.

Kasus ini sempat viral lewat beberapa postingan warga di media sosial. Dimana jalan tersebut hanya ditempel aspal dengan lapisan tipis, hingga dapat dikupas dengan mudah menggunakan tangan kosong.

“Kerja yang baik itu menunjang pemerintah, tapi kerja yang buruk dan jelek itu menyusahkan masyarakat dan pemerintah,” tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD Maluku, Benhur Watubun, kepada wartawan, Selasa (24/8).

Sebagai ketua fraksi PDIP, kata Benhur, dirinya meminta pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR agar memblacklist dan tidak lagi memberikan pekerjaan, bahkan tidak lagi melayani pekerjaan dengan cara kerja yang buruk. Seperti yang terjadi pada pekerjaan jalan teresbut yang dikerjakan dengan anggaran pinjaman dari PT SMI.

“Sangat tidak bagus dan jelek kualitas pekerjaan jalan yang dikerjakan saudara Handoko selaku kontraktor yang mengerjakan,” kesalnya.

Menurutnya, apa yang dikerjakan pihak kontraktor pada proyek tersebut sangat buruk dan tidak bagus. Sehingga kualitasnya sangat jelek. Selain meminta Dinas PUPR segera memblacklist Handoko dari berbagai proyek di Maluku, dirinya juga meminta agar kejaksaan segera mengusut proyek tersebut.

“Dana SMI sangat bermanfaat, tapi karena Handoko yang tidak bermanfaat. Karena mengerjakan tidak secara baik, itu kurang ajar namanya dan perusahan yang tidak memiliki kantor juga harus segera diusut. Kenapa Handoko bisa lolos dapat pekerjaan ? ini sudah melanggar aturan,” pungkasnya. (RHM)

Comment