by

Jaksa Intens Usut Korupsi ADD Haruku

Setelah status kasus dinaikkan ke penyidikan, tim penyidik Kejaksaan Negeri Ambon lebih mengintensifkan pengungkapan kasus dugaan korupsi DD dan ADD Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah.

Bahkan saat ini, Bidang Pidana Khusus Kejari Ambon tengah berkoordinasi dengan ahli, untuk melakukan pengecekan fisik sejumlah pembangunan yang bersumber dari DD maupun ADD.

“Kita akan berkoordinasi dengan ahli, untuk mengecek langsung proyek yang didanai ADD dan DD Haruku di lapangan. Kita akan intensifkan pemeriksaan kasus ini,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Ambon, Ruslan Marasabessy, di ruang kerjanya, Rabu (23/6).

Pemeriksaan fisik penting untuk dilakukan dalam penyidikan itu, terangnya, sebab merupakan tindak lanjut dari audit yang dilakukan APIP Malteng, yang memperoleh nilai kerugian negara Rp 1 milliar lebih. Namun hal itu belum mencantumkan hail audit pemeriksaan fisik pembangunan.

“Hasil Audit dari APIP Malteng, kerugiannya mencapai 1 miliar lebih. Tapi ini harus diperdalam, karena memang dari hasil audit itu juga ada beberapa hal administrasi yang dimasukan sebagai temuan. Dari audit APIP itu juga fisiknya. Tidak diperiksa. Sehingga kita akan mengunakan ahli untuk proses pemeriksaan fisik,” ungkap Marasabessy.

Menurutnya, gambaran dari pihak yang bertanggungjawab dari korupsi DD dan ADD Haruku itu, sudah diketahui penyidik. Namun untuk menentukan tersangka dalam kasus ini, penyidik masih perlu melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Saat ini, kita sementara siapkan administrasi penyidikan untuk jadwal pemanggilan saksi saksi. Kalau gambaran pihak mana yang bertanggung jawab, sudah ada. Hanya saja untuk penetapan tersangkanya, masih perlu penyidikan lanjut, karena bisa iadi lebih dari satu tersangka,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pengusutan kasus ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, terkait dugaan ketidakberesan dalam pengelolaan ADD dan DD sejak 2017, 2018 dan 2019 lalu.(SAD).

Comment